Kades Batu Bandung Desak Netizen Hentikan Komentar Negatif tentang Gita Fitri Pasca Rekonstruksi
Kades Batu Bandung Desak Netizen Hentikan Komentar Negatif tentang Gita Fitri Pasca Rekonstruksi

Kades Batu Bandung Desak Netizen Hentikan Komentar Negatif tentang Gita Fitri Pasca Rekonstruksi

LintasWarganet.com – 09 April 2026 | Batu, Kabupaten Bandung – Setelah proses rekonstruksi panjang yang melibatkan pemerintah desa, masyarakat, dan sejumlah relawan, Kepala Desa Batu Bandung, Ahmad Prasetyo, mengeluarkan pernyataan tegas pada Senin (8 April 2026) meminta warganet untuk menghentikan komentar negatif yang ditujukan kepada Gita Fitri, seorang aktivis lokal yang terlibat dalam proyek pembangunan kembali. Prasetyo menegaskan bahwa komentar berbau fitnah atau menyerang pribadi dapat mengganggu proses pembangunan yang masih berjalan dan menambah beban psikologis bagi para pelaku aksi.

Latar Belakang Rekonstruksi

Desa Batu Bandung mengalami kerusakan infrastruktur signifikan sejak banjir bandang pada akhir 2024. Pemerintah Kabupaten mengalokasikan dana khusus rekonstruksi jalan, jembatan, dan fasilitas umum. Selama enam bulan terakhir, tim teknis bersama warga melakukan revitalisasi jaringan transportasi, penyediaan air bersih, serta renovasi balai desa. Gita Fitri, seorang lulusan Teknik Sipil, menjadi koordinator lapangan yang mengawasi pelaksanaan pekerjaan teknis dan koordinasi antar lembaga.

Permintaan Kades kepada Netizen

Dalam konferensi pers yang diadakan di Balai Desa, Kades Ahmad Prasetyo menyampaikan bahwa meskipun proyek telah mencapai tahap akhir, mereka masih menerima serangkaian komentar negatif di media sosial yang menuduh adanya korupsi, nepotisme, serta penyalahgunaan dana publik. “Kami menghargai kritik yang membangun, namun komentar yang menjelek‑jelekkan pribadi, terutama Gita Fitri, tidak membantu menyelesaikan masalah. Kami mohon kepada seluruh warganet untuk bersikap dewasa dan menahan diri,” ujar Prasetyo.

Prasetyo menambahkan beberapa poin utama yang menjadi harapan beliau:

  • Hentikan penyebaran rumor yang belum terverifikasi.
  • Fokus pada evaluasi hasil kerja, bukan serangan pribadi.
  • Berikan dukungan moral kepada tim lapangan yang telah bekerja keras.
  • Gunakan media sosial sebagai sarana informasi yang konstruktif.

Kontroversi Serupa di Tingkat Nasional

Sementara itu, di wilayah lain, Kepala Desa Sambeng, Magelang, Rowiyanto, menghilang setelah menolak rencana penambangan tanah urug untuk proyek Tol Jogja‑Bawen. Kejadian tersebut menambah kekhawatiran tentang keamanan dan tekanan yang dihadapi pejabat desa ketika menolak kepentingan besar. Rowiyanto terakhir terlihat pada pertemuan warga pada 4 Desember 2025, kemudian menghilang dan tidak dapat dihubungi. Meskipun situasinya berbeda, kedua kasus menunjukkan betapa intensnya sorotan publik terhadap kepala desa di era digital.

Reaksi Masyarakat dan Aktivis

Berbagai pihak menyambut seruan Kades dengan beragam reaksi. Kelompok pemuda lokal mengorganisir kampanye #DukungGitaFitri di platform Twitter dan Instagram, menekankan pentingnya melindungi aktivis yang berperan dalam pembangunan. Di sisi lain, sebagian warga masih merasa skeptis terhadap transparansi penggunaan dana, mengingat sejarah kasus korupsi di daerah lain. Namun, mayoritas komentar yang muncul setelah pernyataan Prasetyo menunjukkan penurunan tajam dalam penggunaan bahasa ofensif.

Sejumlah pakar komunikasi digital menilai bahwa permintaan Kades merupakan langkah strategis untuk meredam disinformasi. “Ketika pejabat secara terbuka meminta netizen untuk menahan komentar negatif, hal itu dapat menurunkan tingkat penyebaran hoaks dan memberi ruang bagi dialog yang lebih konstruktif,” ujar Dr. Siti Lestari, dosen Ilmu Komunikasi Universitas Padjadjaran.

Langkah Selanjutnya

Proses rekonstruksi diproyeksikan selesai pada akhir Mei 2026, dengan serah terima infrastruktur kepada warga pada acara peresmian yang dijadwalkan. Gita Fitri diperkirakan akan melanjutkan perannya sebagai konsultan teknis dalam proyek lanjutan, termasuk pembangunan fasilitas pendidikan dan kesehatan. Kades Prasetyo menegaskan komitmen pemerintah desa untuk meningkatkan transparansi, termasuk publikasi laporan keuangan secara berkala di papan informasi desa.

Dengan menahan komentar yang tidak berdasar, diharapkan iklim sosial di Batu Bandung tetap kondusif, mempercepat penyelesaian proyek, dan memperkuat kepercayaan publik terhadap institusi desa.