Kabar Duka, 8 Penambang Emas Tewas di Yahukimo, Diduga Dibantai oleh OPM
Kabar Duka, 8 Penambang Emas Tewas di Yahukimo, Diduga Dibantai oleh OPM

Kabar Duka, 8 Penambang Emas Tewas di Yahukimo, Diduga Dibantai oleh OPM

LintasWarganet.com – 21 Mei 2026 | Yahukimo, Papua – Pada hari Selasa (25/05/2024), delapan penambang emas yang sedang beroperasi di daerah Korowai, Kabupaten Yahukimo, ditemukan tewas dengan kondisi luka bakar dan trauma serius. Berdasarkan keterangan saksi lokal, para korban diperkirakan menjadi sasaran serangan kelompok bersenjata Organisasi Papua Merdeka (OPM) yang diketahui aktif di wilayah tersebut.

Tim operasi TNI Angkatan Darat (Habema) segera dikerahkan ke lokasi kejadian. Pasukan melakukan evakuasi jenazah, penanganan medis darurat bagi korban selamat, serta mengamankan area untuk mencegah aksi lanjutan. Hingga saat ini, identitas lengkap para korban belum diumumkan, namun semua merupakan warga lokal yang bekerja secara mandiri di tambang kecil.

Berikut rangkaian tindakan yang telah diambil oleh aparat keamanan:

  • Pengiriman tim medis dan evakuasi jenazah oleh TNI Habema.
  • Pengepungan area tambang untuk mengamankan bukti dan mencegah pergerakan kelompok OPM.
  • Peluncuran operasi pencarian dan penangkapan pelaku bersama TNI dan Polri.
  • Koordinasi dengan pemerintah daerah untuk memberikan bantuan kepada keluarga korban.

Pemerintah Kabupaten Yahukimo menyatakan kesedihan mendalam atas kejadian ini dan berjanji akan memperkuat keamanan di zona pertambangan. Sementara itu, perwakilan OPM belum memberikan pernyataan resmi mengenai insiden tersebut.

Kejadian ini menambah daftar tragedi kekerasan yang terjadi di Papua Barat, khususnya di wilayah yang kaya akan sumber daya alam namun masih rawan konflik. Para pengamat menilai bahwa keberadaan tambang kecil yang tidak terdaftar secara resmi mempermudah aksi kelompok bersenjata untuk melakukan pemerasan atau serangan.

Keamanan di kawasan Yahukimo tetap menjadi prioritas utama. TNI dan Polri terus meningkatkan patroli serta memperkuat jaringan intelijen untuk mencegah kejadian serupa di masa mendatang.