Jawa Timur Siapkan Langkah Antisipasi Kekeringan di Tengah Bencana Hidrometeorologi
Jawa Timur Siapkan Langkah Antisipasi Kekeringan di Tengah Bencana Hidrometeorologi

Jawa Timur Siapkan Langkah Antisipasi Kekeringan di Tengah Bencana Hidrometeorologi

LintasWarganet.com – 28 Maret 2026 | Provinsi Jawa Timur masih diguncang oleh sejumlah bencana hidrometeorologi, termasuk banjir dan tanah longsor, sementara ancaman kekeringan semakin mengintai akibat kondisi iklim yang tidak menentu.

Pemerintah provinsi bersama Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) dan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) telah merumuskan serangkaian strategi untuk mengurangi dampak kekeringan tanpa mengabaikan penanganan bencana yang sedang berlangsung.

Langkah-langkah utama antisipasi

  • Pengelolaan sumber daya air: Optimalisasi penggunaan waduk, embung, dan sumur bor dengan sistem pemantauan digital.
  • Peningkatan kapasitas penyimpanan: Pembangunan dan rehabilitasi jaringan irigasi di daerah rawan kering, terutama di Kabupaten Ponorogo, Kediri, dan Blitar.
  • Program konservasi tanah dan air: Edukasi petani tentang teknik pertanian berkelanjutan seperti penanaman tanaman penutup tanah dan sistem irigasi tetes.
  • Peringatan dini dan komunikasi: Integrasi data BMKG, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), dan aplikasi seluler untuk memberi peringatan kepada masyarakat tentang potensi kekeringan atau banjir.
  • Koordinasi lintas sektor: Sinergi antara Dinas Pertanian, Dinas Lingkungan Hidup, dan Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) dalam distribusi bantuan air bersih dan bibit unggul.

Selain itu, pemerintah provinsi menyiapkan dana khusus sebesar Rp 150 miliar untuk program penanggulangan kekeringan jangka pendek, yang akan dialokasikan untuk pompa air, distribusi air minum, dan penyuluhan kepada petani.

BMKG memperkirakan bahwa curah hujan tahun 2026 akan berada di bawah rata‑rata historis di sebagian besar wilayah Jawa Timur, meningkatkan risiko kekeringan pada musim kemarau. Oleh karena itu, upaya mitigasi harus berjalan seiring dengan penanganan bencana banjir yang masih terjadi.

Dengan pendekatan komprehensif ini, diharapkan Jawa Timur dapat menyeimbangkan antara penanggulangan bencana hidrometeorologi yang akut dan pencegahan kekeringan yang berpotensi menimbulkan krisis air di masa mendatang.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *