Jaktim Dorong Pemilahan Sampah untuk Kurangi Beban TPST Bantargebang
Jaktim Dorong Pemilahan Sampah untuk Kurangi Beban TPST Bantargebang

Jaktim Dorong Pemilahan Sampah untuk Kurangi Beban TPST Bantargebang

LintasWarganet.com – 07 April 2026 | Pemerintah Kota Jakarta Timur (Jaktim) kembali menekankan pentingnya pemilahan sampah sejak sumber, yakni rumah tangga, sebagai upaya utama menurunkan volume limbah yang masuk ke Tempat Pemrosesan Sampah Terpadu (TPST) Bantargebang. Kebijakan ini merupakan bagian dari program berkelanjutan yang bertujuan mengurangi tekanan operasional TPST serta menekan biaya pengelolaan sampah kota.

Dalam rangka mewujudkan target pengurangan sampah organik sebesar 30% pada akhir 2025, Dinas Lingkungan Hidup Jaktim meluncurkan serangkaian langkah konkret, antara lain:

  • Penyediaan tempat sampah terpilah (organik, anorganik, dan B3) di setiap rumah tangga, serta penempatan wadah khusus di titik kumpul RT/RW.
  • Pelatihan dan sosialisasi rutin bagi warga melalui pertemuan RT, posyandu, serta media sosial daerah.
  • Pembentukan tim relawan lingkungan di tiap kelurahan yang bertugas memantau kepatuhan pemilahan sampah.
  • Pemberian insentif bagi rumah tangga dengan tingkat kepatuhan tinggi, seperti potongan tagihan listrik atau voucher belanja.
  • Penerapan sistem pemantauan digital menggunakan aplikasi berbasis Android yang mencatat volume sampah yang dipisahkan oleh masing‑masing rumah.

Selain itu, Jaktim berkoordinasi dengan PT. Pembangunan Jaya Anugrah (PJA), operator TPST Bantargebang, untuk menyesuaikan kapasitas pengolahan sampah organik menjadi kompos dan energi terbarukan. Diharapkan, dengan meningkatnya pemilahan sampah, proporsi limbah yang dapat didaur ulang atau dimanfaatkan kembali akan lebih besar, sehingga beban sampah yang harus dibuang ke TPST berkurang signifikan.

Gubernur DKI Jakarta juga mendukung inisiatif ini dengan menegaskan bahwa pengelolaan sampah yang efektif merupakan kunci pencapaian target “Zero Waste” pada tahun 2030. Ia menambahkan bahwa keberhasilan program pemilahan di Jakarta Timur akan menjadi contoh bagi wilayah lain di ibu kota.

Warga diharapkan dapat berpartisipasi aktif, mulai dari memisahkan sampah di dapur, menempatkan sampah pada wadah yang tepat, hingga melaporkan temuan sampah yang tidak terpilah kepada tim relawan. Dengan sinergi antar‑pihak, diharapkan beban TPST Bantargebang dapat berkurang, memperpanjang umur operasional fasilitas, dan meningkatkan kualitas lingkungan hidup bagi seluruh warga Jakarta Timur.