Jadwal Puasa Tasua, Asyura, dan Ayyamul Bidh 2026: Perbedaan Penetapan dan Keutamaan Sunnah
Jadwal Puasa Tasua, Asyura, dan Ayyamul Bidh 2026: Perbedaan Penetapan dan Keutamaan Sunnah

Jadwal Puasa Tasua, Asyura, dan Ayyamul Bidh 2026: Perbedaan Penetapan dan Keutamaan Sunnah

LintasWarganet.com – 26 Juni 2026 | Setiap tahun umat Islam di Indonesia menantikan penetapan awal bulan Muharram, khususnya untuk melaksanakan puasa sunnah seperti Tasua (9 Muharram), Asyura (10 Muharram), dan Ayyamul Bidh (13‑15 Muharram). Tahun 2026 menampilkan perbedaan penetapan antara Kementerian Agama, Nahdlatul Ulama (NU), dan Muhammadiyah, yang berimbas pada variasi tanggal pelaksanaan ibadah. Informasi lengkap tentang jadwal, niat, dzikir, serta keutamaan puasa tersebut kini tersedia untuk membantu umat menjalankan sunnah dengan tepat.

Jadwal Resmi Puasa Tasua dan Asyura

Kalender Hijriah resmi yang diterbitkan Kementerian Agama RI menempatkan 1 Muharram 1448 H pada 16 Juni 2026. Berdasarkan penetapan ini, puasa Tasua jatuh pada Rabu, 24 Juni 2026, sedangkan puasa Asyura dilaksanakan pada Kamis, 25 Juni 2026. Penetapan serupa diadopsi oleh Muhammadiyah, sehingga kedua organisasi menyelaraskan tanggal puasa mereka.

Berbeda dengan itu, Lajnah Falakiyah PBNU melakukan rukyatul hilal pada 16 Juni 2026 dan menetapkan 1 Muharram pada 17 Juni 2026. Akibat perbedaan satu hari ini, puasa Tasua menurut NU jatuh pada Kamis, 25 Juni 2026, dan puasa Asyura pada Jumat, 26 Juni 2026.

Puasa Ayyamul Bidh: Tiga Hari Putih

Ayyamul Bidh merupakan puasa sunnah yang dilaksanakan pada tanggal 13, 14, dan 15 Muharram. Jika mengikuti kalender Kementerian Agama, ketiga hari tersebut bertepatan dengan Minggu 28 Juni, Senin 29 Juni, dan Selasa 30 Juni 2026. Sementara itu, kalender NU yang menempatkan 1 Muharram pada 17 Juni menghasilkan pelaksanaan Ayyamul Bidh pada Senin 29 Juni, Selasa 30 Juni, dan Rabu 1 Juli 2026. Kedua jadwal tetap memberikan tiga hari puasa berturut‑turut, namun umat di wilayah yang mengikuti otoritas berbeda harus menyesuaikan kalender masing‑masing.

Niat dan Dzikir Khusus Asyura

Puasa Asyura tidak hanya sekadar menahan diri dari makan dan minum, melainkan juga disertai niat yang dibaca pada malam sebelum atau pada pagi hari. Contoh niat malam hari: نَوَيْتُ صَوْمَ غَدٍ عَنْ أَدَاءِ سُنَّةِ عَاشُورَاءِ لِلَّهِ تَعَالَى (Nawaitu shauma ghadin ‘an adaa’i sunnatil ‘Aasyuraa lillaahi ta‘alaa) yang artinya “Aku berniat puasa sunnah Asyura besok karena Allah SWT.” Niat pagi hari berbunyi نَوَيْتُ صَوْمَ هَذَا اليَوْمِ عَنْ أَدَاءِ سُنَّةِ عَاشُورَاءِ لِلَّهِ تَعَالَى (Nawaitu shauma haadhal yaumi ‘an adaa’i sunnatil ‘Aasyuraa lillaahi ta‘alaa) dengan arti serupa.

Doa khusus Asyura yang sering dibaca meliputi dzikir “Hasbulallah Wani‘mal Wakiil, Ni‘mal Maula Wani‘ma Nashir” (Cukuplah Allah menjadi penolong, pelindung, dan penolong kami). Umat dianjurkan mengulang dzikir ini sebanyak 70 kali pada hari Asyura, dengan keyakinan bahwa Allah akan melindungi mereka dari segala keburukan yang mungkin terjadi pada tahun tersebut.

Keutamaan Puasa Tasua, Asyura, dan Ayyamul Bidh

  • Puasa Tasua dan Asyura merupakan sunnah yang memiliki landasan hadis dari Imam Ahmad, Abu Daud, dan Ibnu Majah, sehingga pelaksanaannya mendapat pahala besar.
  • Puasa Asyura diyakini dapat menghapus dosa setahun yang lalu, serta meniru amalan para sahabat dan Nabi Muhammad SAW.
  • Puasa Ayyamul Bidh, yang dilaksanakan pada tiga hari “putih”, memberikan kesempatan memperbanyak ibadah, sedekah, dan dzikir.
  • Berbagai peristiwa penting dalam sejarah Islam terjadi pada 10 Muharram, termasuk kemenangan Nabi Musa atas Fir’aun, keselamatan Nabi Yunus, dan kelahiran Nabi Isa, menambah makna spiritual hari Asyura.

Tips Praktis Menjalankan Puasa Sunnah di Muharram 2026

  1. Pastikan kalender yang diikuti (Kemenag, NU, atau Muhammadiyah) sesuai dengan komunitas lokal.
  2. Bacalah niat puasa pada malam sebelum atau pagi hari, sesuaikan dengan waktu sahur.
  3. Manfaatkan waktu sahur untuk makan bergizi dan minum air putih yang cukup.
  4. Selama puasa, perbanyak membaca Al‑Qur’an, dzikir, dan shalawat, serta lakukan sedekah kepada yang membutuhkan.
  5. Setelah berbuka, lakukan shalat Maghrib tepat waktu dan akhiri hari dengan doa dan istighfar.

Dengan memahami perbedaan penetapan tanggal dan mengikuti anjuran ibadah yang tepat, umat Islam dapat meraih manfaat spiritual dan pahala yang dijanjikan pada bulan Muharram. Pelaksanaan puasa Tasua, Asyura, dan Ayyamul Bidh 2026 menjadi momentum untuk memperkuat keimanan, membersihkan diri, serta meneladani akhlak para nabi yang telah disebutkan dalam sejarah Islam.

Semoga setiap langkah ibadah pada hari-hari suci ini membawa keberkahan, keselamatan, dan kedamaian bagi seluruh umat.