Jadwal Pemadaman Listrik Bergilir 22 Juni 2026: Dampak Luas di Surabaya dan Bandung, Kadin Surabaya Tuntut Transparansi
Jadwal Pemadaman Listrik Bergilir 22 Juni 2026: Dampak Luas di Surabaya dan Bandung, Kadin Surabaya Tuntut Transparansi

Jadwal Pemadaman Listrik Bergilir 22 Juni 2026: Dampak Luas di Surabaya dan Bandung, Kadin Surabaya Tuntut Transparansi

LintasWarganet.com – 22 Juni 2026 | Pada Senin, 22 Juni 2026, PT PLN (Persero) melaksanakan pemadaman listrik bergilir di dua kota besar Jawa Timur dan Jawa Barat, yakni Surabaya dan Bandung. Pemadaman ini dilakukan sebagai langkah darurat untuk menyeimbangkan beban sistem listrik setelah terjadi gangguan teknis pada beberapa pembangkit batu bara dan pembangkit tenaga uap milik Independent Power Producer. Jadwal yang telah diumumkan mencakup enam tahap di Surabaya dan empat gelombang di Bandung, menimbulkan kekhawatiran khususnya di kalangan pelaku usaha yang mengandalkan pasokan listrik stabil.

Rincian Jadwal Pemadaman di Surabaya

Unit Layanan Pelanggan (ULP) Indrapura mengumumkan bahwa pemadaman akan dimulai pukul 08.00 WIB dan berakhir pada pukul 20.00 WIB. Enam tahap pemadaman dibagi secara geografis, dengan masing‑masing area mengalami pemadaman selama tiga jam. Berikut adalah tahapan utama:

  • 08.00‑11.00 WIB: Wilayah Pasar Atom, Praban, dan Tunjungan.
  • 11.00‑14.00 WIB: Kawasan Kebonrojo, Sawahan, dan Genteng.
  • 14.00‑17.00 WIB: Daerah Tambaksari, Benowo, dan Simokerto.
  • 17.00‑20.00 WIB: Area Gubeng, Rungkut, dan Gunung Anyar.

Setiap tahap dipantau oleh petugas PLN yang melakukan pengecekan meteran dan memastikan proses pemulihan berjalan sesuai rencana. Masyarakat diminta menyiapkan alternatif listrik, seperti menggunakan genset atau inverter, terutama bagi fasilitas kesehatan, sekolah, dan usaha mikro kecil menengah (UMKM) yang sangat tergantung pada listrik.

Jadwal Pemadaman di Bandung

ULP Bandung Barat merilis jadwal yang serupa, dengan rentang waktu 08.00‑20.00 WIB namun terbagi menjadi empat gelombang utama. Daftar wilayah terdampak meliputi:

  • 08.00‑11.00 WIB: Kecamatan Bojongloa Kaler, Astanaanyar, dan sebagian Jalan Soekarno‑Hatta.
  • 11.00‑14.00 WIB: Kecamatan Lengkong, Sumur Bandung, serta jalan‑jalan utama di sekitar Politeknik Energi dan Pertambangan.
  • 14.00‑17.00 WIB: Kecamatan Batununggal, serta area industri di Jalan Gumuruh dan Gatot Subroto.
  • 17.00‑20.00 WIB: Kecamatan Astanaanyar, Regol, dan sejumlah kawasan komersial seperti Pasar Ikan dan Mall Cihampelas.

PLN menekankan bahwa waktu pemadaman dapat berubah tergantung kondisi lapangan. Konsumen disarankan memantau aplikasi PLN Mobile atau kanal resmi PLN untuk pembaruan real‑time.

Reaksi Kadin Surabaya dan Dampak Ekonomi

Kamar Dagang dan Industri (KADIN) Surabaya menyoroti dampak signifikan yang ditimbulkan oleh pemadaman bergilir, khususnya bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah. Ketua KADIN Surabaya, M. Ali Affandi, menuntut agar PLN memberikan informasi jadwal yang lebih awal, terperinci, dan mudah diakses. Menurutnya, ketidakpastian pemadaman selama dua hingga lima jam pada berbagai waktu (pagi, siang, sore, dan malam) mengganggu operasional usaha seperti penjual frozen food, laundry, katering, serta pabrik kecil yang bergantung pada mesin listrik.

Affandi juga mengusulkan peningkatan keandalan pasokan listrik di kawasan industri, pasar tradisional, dan fasilitas publik strategis. Ia menekankan pentingnya evaluasi menyeluruh terhadap sistem pembangkitan, transmisi, serta mekanisme mitigasi gangguan, serta percepatan pemanfaatan energi terbarukan melalui insentif bagi pelaku usaha.

Langkah Antisipasi Masyarakat dan Pemerintah

Untuk mengurangi dampak, pemerintah daerah dan PLN bersama-sama mengimbau masyarakat:

  1. Menyiapkan sumber listrik cadangan (genset, UPS, atau inverter).
  2. Menunda penggunaan peralatan listrik berat selama jam pemadaman.
  3. Mengatur jadwal kerja karyawan agar tidak terhambat oleh pemadaman.
  4. Menggunakan aplikasi PLN Mobile untuk memperoleh pembaruan jadwal secara real‑time.

Pemerintah Kabupaten Bandung dan Surabaya juga berkoordinasi dengan PLN untuk memastikan layanan darurat, seperti rumah sakit dan pemadam kebakaran, tetap terjaga selama periode pemadaman.

Secara keseluruhan, pemadaman listrik bergilir pada 22 Juni 2026 mencerminkan tantangan operasional sistem kelistrikan Jawa yang masih bergantung pada pembangkit batu bara dan uap. Meskipun langkah ini penting untuk menjaga kestabilan jaringan, transparansi informasi dan dukungan kebijakan energi berkelanjutan menjadi kunci untuk meminimalisir dampak ekonomi dan sosial.