ITB Serahkan Program Air Bersih untuk Pemulihan Pascabencana di Agam
ITB Serahkan Program Air Bersih untuk Pemulihan Pascabencana di Agam

ITB Serahkan Program Air Bersih untuk Pemulihan Pascabencana di Agam

LintasWarganet.com – 04 April 2026 | Institut Teknologi Bandung (ITB) resmi menyerahkan program penyediaan air bersih kepada warga Nagari Salareh Aia, Kecamatan Palembayan, Kabupaten Agam, Sumatera Barat, sebagai bagian dari upaya pemulihan pascabencana.

Program ini diluncurkan setelah wilayah Agam mengalami dampak signifikan akibat banjir dan tanah longsor pada awal tahun 2024 yang menyebabkan ribuan rumah kehilangan akses ke sumber air bersih. Tim teknis ITB, yang dipimpin oleh Prof. Dr. Ir. Hendra Wibowo, melakukan survei lapangan selama tiga bulan untuk menentukan lokasi sumur bor dan sistem distribusi yang paling optimal.

Fitur utama program meliputi:

  • Penggalian tiga sumur bor berkapasitas 500 liter per menit.
  • Instalasi jaringan pipa HDPE sepanjang 2,5 km yang menghubungkan sumur ke titik penampungan di tiga desa tetangga.
  • Penggunaan sistem penyaringan multi‑tahap berbasis teknologi membran yang mampu mengurangi kontaminan hingga 99,9%.
  • Penerapan panel surya untuk menyalakan pompa, menjamin keberlanjutan pasokan listrik di area yang belum terjangkau jaringan listrik.

Selain infrastruktur teknis, program juga mencakup pelatihan bagi warga setempat tentang pengoperasian dan perawatan sistem. Sebanyak 30 relawan lokal, termasuk perempuan muda, telah dilatih menjadi “penjaga air” yang bertanggung jawab memantau kualitas air secara berkala.

Implementasi program direncanakan selesai pada akhir September 2026, dengan fase evaluasi tiga bulan setelah operasional penuh. Diharapkan manfaatnya tidak hanya mencukupi kebutuhan hidrasi harian, tetapi juga meningkatkan kesehatan masyarakat, mengurangi beban ekonomi rumah tangga, dan mempercepat pemulihan aktivitas pertanian.

Gubernur Sumatera Barat, Dr. Mahyudin Nasution, menyambut baik inisiatif ini dan menyatakan komitmen pemerintah daerah untuk mendukung pemeliharaan jangka panjang serta memperluas jaringan ke desa‑desa lain yang masih terdampak.