Isak Tangis Mengiringi Pemakaman Korban Longsor di Deli Serdang
Isak Tangis Mengiringi Pemakaman Korban Longsor di Deli Serdang

Isak Tangis Mengiringi Pemakaman Korban Longsor di Deli Serdang

LintasWarganet.com – 08 April 2026 | Suasana duka melanda Desa Sembahe, Kecamatan nama kecamatan, Deli Serdang, ketika jenazah-jenazah korban longsor terakhir kali dishalatkan sebelum dimakamkan. Warga setempat, keluarga korban, dan relawan berkumpul di lapangan pemakaman sambil menahan isak tangis yang mengiringi prosesi penguburan.

Longsor yang terjadi pada tanggal kejadian menewaskan puluhan orang dan menimbulkan ribuan orang mengungsi. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) melaporkan bahwa hingga saat pemakaman, total korban meninggal mencapai XX orang, sementara YY orang masih dirawat di rumah sakit setempat. Upaya evakuasi masih terus dilakukan, dengan bantuan tim SAR, TNI, Polri, dan relawan masyarakat.

Keluarga korban terlihat berduka mendalam, menahan tangis sambil memegang erat jasad almarhum. Prosesi penguburan dilaksanakan secara tertib, dengan pemuka agama setempat memimpin doa dan membaca ayat-ayat suci. Beberapa warga menuliskan doa-doa di papan pengingat sebagai bentuk penghormatan terakhir.

Pemerintah Kabupaten Deli Serdang, yang dipimpin oleh Bupati nama bupati, menekankan pentingnya penanganan lanjutan terhadap wilayah yang terdampak. Dalam pernyataan resmi, Bupati mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersatu membantu proses pemulihan, baik dalam bentuk bantuan material maupun dukungan moral bagi keluarga korban.

Selain upaya pemulihan fisik, otoritas setempat juga menggarisbawahi perlunya peninjauan kembali tata ruang dan sistem peringatan dini di daerah rawan longsor. Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang berencana melakukan survei untuk mengidentifikasi titik-titik berisiko tinggi, guna mencegah tragedi serupa di masa mendatang.

Para relawan, termasuk organisasi kemanusiaan lokal, terus menyediakan bantuan makanan, pakaian, dan kebutuhan pokok bagi para pengungsi. Sementara itu, para korban yang selamat masih menjalani perawatan intensif, dengan harapan dapat pulih seiring berjalannya waktu.

Upacara pemakaman ini menjadi simbol solidaritas komunitas dalam menghadapi bencana alam yang menghancurkan. Meskipun air mata tak dapat mengembalikan nyawa yang hilang, kehadiran bersama keluarga korban memberikan sedikit penghiburan di tengah duka yang mendalam.