IPC TPK Panjang Perbesar Kapasitas Bongkar Muat Dukung Arus Logistik
IPC TPK Panjang Perbesar Kapasitas Bongkar Muat Dukung Arus Logistik

IPC TPK Panjang Perbesar Kapasitas Bongkar Muat Dukung Arus Logistik

LintasWarganet.com – 16 Mei 2026 | PT Pelabuhan Indonesia (Persero) atau Pelindo Group melalui anak perusahaannya, IPC Terminal Petikemas (IPC TPK) Area Panjang, mengumumkan rencana perluasan fasilitas bongkar muat yang dijadwalkan selesai pada akhir 2026. Peningkatan ini mencakup penambahan dua dermaga berukuran 400 meter, pemasangan 12 crane tipe gantry berkapasitas 45 ton, serta pembangunan area penyimpanan kontainer seluas 200.000 meter persegi.

Dengan tambahan infrastruktur tersebut, kapasitas penanganan IPC TPK Panjang diproyeksikan naik dari 1,2 juta TEU menjadi sekitar 2,0 juta TEU per tahun, menambah kemampuan terminal dalam mengakomodasi pertumbuhan arus barang domestik maupun internasional. Peningkatan kapasitas ini sejalan dengan upaya pemerintah memperkuat jaringan logistik nasional guna mengurangi biaya transportasi dan mempercepat distribusi barang.

  • Penambahan dermaga: 2 buah, masing‑masing 400 m.
  • Cranes baru: 12 unit gantry, kapasitas 45 ton.
  • Luas gudang tambahan: 200.000 m², dilengkapi sistem manajemen otomatis.
  • Kapasitas total: naik menjadi 2,0 juta TEU/tahun.
  • Estimasi penciptaan lapangan kerja: sekitar 800 tenaga kerja langsung dan 1.500 tenaga kerja tidak langsung.

Proyek ini dibiayai melalui kombinasi modal internal Pelindo dan fasilitas pinjaman dari lembaga keuangan domestik. Selama fase konstruksi, operasional terminal tetap berjalan dengan penyesuaian jadwal kerja untuk meminimalkan gangguan pada alur logistik. Tim manajemen menargetkan penyelesaian semua pekerjaan pada kuartal keempat 2026, setelah itu terminal akan memasuki tahap operasional penuh dengan sistem otomatisasi yang terintegrasi.

Pengembangan IPC TPK Panjang diharapkan dapat meningkatkan daya saing pelabuhan Indonesia, khususnya dalam penanganan kontainer peti kemas yang menjadi tulang punggung perdagangan barang. Dengan kapasitas yang lebih besar, terminal mampu menampung volume peningkatan ekspor‑impor yang diproyeksikan tumbuh 5‑7 % per tahun hingga 2030.

Selain manfaat ekonomi, proyek ini juga memperhatikan aspek lingkungan dengan penerapan teknologi ramah energi, seperti lampu LED hemat listrik dan sistem pengelolaan limbah yang memenuhi standar internasional.