Innalillahi, 14 Penumpang Meninggal Dibawa ke RS Polri Kramat Jati
Innalillahi, 14 Penumpang Meninggal Dibawa ke RS Polri Kramat Jati

Innalillahi, 14 Penumpang Meninggal Dibawa ke RS Polri Kramat Jati

LintasWarganet.com – 28 April 2026 | Pada malam Senin 27 April 2026, sebuah kecelakaan kereta terjadi di Stasiun Bekasi Timur, Kota Bekasi, Jawa Barat. KRL Commuter Line yang sedang melaju tergelincir dan bertabrakan dengan Kereta Api Argo Bromo, menewaskan 14 penumpang yang kemudian dilarikan ke RS Polri Kramat Jati.

Kecelakaan terjadi sekitar pukul 22.45 WIB. Menurut saksi mata, kereta KRL tidak dapat berhenti tepat waktu setelah sinyal merah, sehingga menabrak kereta Argo Bromo yang sedang berada di lintasan yang sama. Penyebab pasti masih dalam penyelidikan, namun dugaan awal mengarah pada kegagalan sinyal atau human error.

Korban terdiri dari 9 pria dan 5 wanita berusia antara 19 hingga 68 tahun. Semua korban dinyatakan meninggal dunia setelah dirawat intensif di RS Polri Kramat Jati. Berikut data singkat korban:

  • Jumlah korban meninggal: 14 orang
  • Pria: 9 orang
  • Wanita: 5 orang
  • Usia tertua: 68 tahun
  • Usia termuda: 19 tahun

Tim SAR PTK, petugas Polri, serta tim medis segera dikerahkan ke lokasi. Layanan KRL di jalur tersebut dihentikan dan jalur ditutup sementara untuk memfasilitasi proses evakuasi dan penyelidikan. Penumpang lain yang berada di kereta berhasil dievakuasi ke area aman.

Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo dalam pernyataan resminya menyatakan, “Kami sangat berduka atas kehilangan nyawa 14 penumpang. Tim investigasi gabungan akan bekerja cepat dan transparan untuk mengungkap akar penyebab kecelakaan ini.” Kepala Stasiun Bekasi Timur juga menambahkan, “Kami akan terus mendukung keluarga korban dengan memberikan bantuan psikologis dan materi.

Tim investigasi yang dibentuk oleh PT Kereta Api Indonesia (KAI), Polri, dan Kementerian Perhubungan telah memeriksa sinyal, rel, serta prosedur operasional pada kedua kereta. Hasil sementara menunjukkan adanya kemungkinan gangguan sinyal pada jalur KRL, namun belum dapat dipastikan secara definitif.

Kecelakaan ini menimbulkan keprihatinan luas di masyarakat. KAI berjanji akan meninjau kembali seluruh protokol keselamatan, memperketat pengawasan sinyal, dan meningkatkan pelatihan masinis serta petugas kontrol. Pemerintah daerah dan pusat juga mengimbau masyarakat untuk tetap tenang dan mempercayakan proses investigasi.

Keluarga korban mendapatkan dukungan dari pemerintah daerah, termasuk bantuan sosial dan konseling. Doa serta rasa simpati mengalir dari berbagai kalangan, mengingat tragedi ini merupakan salah satu kecelakaan kereta paling mematikan dalam sejarah transportasi publik Indonesia.