Indonesia Menjadi Penyumbang Emisi Metana Terbesar Kedua di Asia Tenggara, Ungkap Laporan IEA

LintasWarganet.com – 07 Mei 2026 | Baru-baru ini International Energy Agency (IEA) merilis laporan yang menyoroti posisi Indonesia dalam emisi metana di kawasan Asia Tenggara. Data terbaru menunjukkan bahwa Indonesia menempati peringkat kedua sebagai kontributor emisi metana fosil terbesar di wilayah tersebut, berada di belakang Thailand.

Metana, gas rumah kaca dengan potensi pemanasan global yang sekitar 28 kali lebih kuat daripada karbon dioksida dalam jangka waktu 100 tahun, terutama berasal dari sektor energi fosil seperti pertambangan batu bara, produksi minyak dan gas, serta kebocoran infrastruktur.

Laporan IEA mencatat bahwa pada tahun 2023 Indonesia menghasilkan sekitar 120,5 juta ton ekivalen CO₂ metana, meningkat 5,4 % dibandingkan tahun sebelumnya. Peningkatan ini dipicu oleh pertumbuhan produksi batu bara yang mencapai 600 juta ton serta ekspansi aktivitas ekstraksi minyak dan gas di wilayah lepas pantai.

Negara Emisi Metana (Mt CO₂e) Pangsa Regional (%)
Thailand 135,2 27,1
Indonesia 120,5 24,2
Vietnam 78,3 15,7
Filipina 65,0 13,0
Malaysia 42,1 8,4

Secara regional, Indonesia menyumbang lebih dari seperempat total emisi metana Asia Tenggara. Faktor utama meliputi:

  • Kebocoran pada jaringan pipa gas alam yang masih berusia lebih dari dua dekade.
  • Emisi tidak terkendali dari tambang batu bara terbuka, khususnya di Kalimantan dan Sumatera.
  • Fasilitas pengolahan minyak yang menggunakan teknologi lama tanpa sistem penangkap metana.

Pemerintah Indonesia telah mengumumkan rencana aksi mitigasi yang mencakup penutupan sumur bocor, modernisasi infrastruktur gas, serta peningkatan pengawasan terhadap industri batu bara. Program “Zero Methane” yang diadopsi pada 2024 menargetkan penurunan emisi metana nasional sebesar 30 % pada tahun 2030.

Para pakar menekankan bahwa pencapaian target tersebut memerlukan kolaborasi lintas sektor, investasi dalam teknologi deteksi kebocoran, serta dukungan kebijakan fiskal seperti insentif pajak untuk perusahaan yang mengurangi emisi. Jika langkah-langkah ini diimplementasikan secara konsisten, Indonesia berpeluang menurunkan posisinya dalam peringkat regional dan berkontribusi pada upaya global menahan kenaikan suhu bumi.