HMT-ITB Minta Maaf atas Nyanyian Lagu “Erika” Secara Massal, Janji Hapus Konten Viral
HMT-ITB Minta Maaf atas Nyanyian Lagu “Erika” Secara Massal, Janji Hapus Konten Viral

HMT-ITB Minta Maaf atas Nyanyian Lagu “Erika” Secara Massal, Janji Hapus Konten Viral

LintasWarganet.com – 15 April 2026 | Himpunan Mahasiswa Teknik Bandung (HMT-ITB) mengeluarkan pernyataan resmi pada Rabu, 15 April 2024, setelah video penyanyian lagu “Erika” secara bersamaan yang beredar di media sosial menimbulkan reaksi keras dari kalangan publik. Video yang berisi anggota HMT-ITB menyanyikan lagu tersebut dalam sebuah acara kampus menjadi viral dalam waktu singkat, memicu perdebatan mengenai sensitivitas lagu tersebut dalam konteks Indonesia.

Dalam pernyataan yang dirilis melalui kanal resmi HMT-ITB, Ketua Himpunan mengakui bahwa tindakan menyanyikan “Erika” secara massal tidak memperhitungkan potensi dampak negatif bagi masyarakat luas. Ia menyampaikan permohonan maaf yang tulus kepada semua pihak yang merasa tersinggung, terutama komunitas yang mengaitkan lagu tersebut dengan simbol-simbol yang menyinggung nilai-nilai kebangsaan dan kebudayaan.

Pernyataan tersebut juga memuat komitmen HMT-ITB untuk menindaklanjuti insiden ini dengan langkah-langkah konkrit, antara lain:

  • Menghapus semua rekaman video dan foto yang menampilkan penyanyian lagu “Erika” dari platform media sosial resmi maupun pribadi yang terkait dengan organisasi.
  • Melakukan evaluasi internal terhadap prosedur kegiatan kampus guna memastikan tidak ada lagi konten yang dapat menyinggung kelompok tertentu.
  • Mengadakan workshop tentang etika penggunaan konten budaya dan sensitivitas sosial bagi seluruh anggota HMT-ITB.
  • Menjalin dialog terbuka dengan pihak-pihak yang merasa dirugikan untuk mencari solusi damai dan memperbaiki citra organisasi.

Reaksi dari masyarakat internet beragam. Sebagian pengguna media sosial menilai permohonan maaf HMT-ITB sebagai langkah yang tepat dan mengapresiasi kesediaan organisasi untuk menghapus konten yang menimbulkan kontroversi. Namun, ada pula yang menilai tindakan tersebut belum cukup, menuntut pertanggungjawaban yang lebih tegas.

Pihak kampus Institut Teknologi Bandung (ITB) belum memberikan komentar resmi terkait insiden ini, namun menegaskan komitmen untuk menjaga lingkungan akademik yang inklusif dan menghormati keberagaman budaya.

Insiden ini menjadi pengingat bagi seluruh lembaga pendidikan dan organisasi mahasiswa bahwa penggunaan konten budaya harus disertai pertimbangan matang terhadap nilai-nilai sosial yang berlaku. Kedepannya, HMT-ITB berjanji akan lebih berhati-hati dalam merencanakan acara publik, serta meningkatkan kesadaran tentang pentingnya sensitivitas budaya di era digital.