Heboh! Anak SD hingga Guru Ikut Pawai Dukung MBG di Batam, Netizen Geram
Heboh! Anak SD hingga Guru Ikut Pawai Dukung MBG di Batam, Netizen Geram

Heboh! Anak SD hingga Guru Ikut Pawai Dukung MBG di Batam, Netizen Geram

LintasWarganet.com – 22 Juni 2026 | Pawai dukungan program MBG yang digelar di Batam pada hari Senin pagi menyita perhatian publik setelah melibatkan kelompok tak terduga, mulai dari siswa Sekolah Dasar hingga para guru.

Acara tersebut berlangsung di sekitar Lapangan Pahlawan, dimana peserta mengenakan pita biru dan mengibarkan spanduk bertuliskan “Dukung MBG”. Penyertaan anak-anak sekolah menimbulkan kehebohan karena biasanya aksi serupa diidentikkan dengan kegiatan politik atau kampanye.

Program MBG sendiri merupakan inisiatif pemerintah yang bertujuan memperkuat kualitas pembelajaran dengan menekankan kebebasan belajar, peningkatan kompetensi guru, serta pendampingan teknologi di kelas. Pemerintah menargetkan agar seluruh sekolah di Indonesia dapat mengimplementasikan kerangka kerja ini dalam dua tahun ke depan.

  • Peserta: Siswa SD kelas 3-6, guru TK/SD, serta beberapa orang tua.
  • Waktu: 09.00-10.30 WIB.
  • Lokasi: Lapangan Pahlawan, Batam.
  • Tujuan: Menunjukkan dukungan terhadap pelaksanaan MBG di daerah.

Namun, aksi tersebut segera menuai kritik keras dari netizen di media sosial. Banyak yang menilai bahwa melibatkan anak-anak sekolah dalam pawai berpotensi menjadikan kegiatan edukasi sebagai sarana politik, dan menyebutnya sebagai “kampanye berkedok pawai”.

Diskominfo dan Dinas Pendidikan Batam menanggapi dengan mengatakan bahwa kegiatan tersebut bersifat sukarela dan tidak ada agenda politik yang mendasarinya. Mereka menegaskan bahwa partisipasi warga, termasuk pelajar, merupakan bentuk demokrasi dan dukungan terhadap kebijakan pendidikan nasional.

Warga setempat juga memberikan pendapat beragam. Sebagian mengapresiasi semangat kebersamaan, sementara yang lain khawatir bahwa anak-anak belum cukup dewasa untuk memahami implikasi kebijakan publik.

Kejadian ini menimbulkan perdebatan tentang batas antara partisipasi warga dalam kebijakan pendidikan dan penggunaan simbol politik di ruang publik. Observasi para pakar pendidikan menyarankan agar pemerintah lebih transparan dalam menyosialisasikan program MBG, serta melibatkan komunitas secara edukatif tanpa menimbulkan persepsi politisasi.