Hashim Djojohadikusumo: Kelemahan Implementasi MBG Wajar dan Harus Diperbaiki

LintasWarganet.com – 20 April 2026 | Hashim Djojohadikusumo, Utusan Khusus Presiden untuk bidang Energi dan Lingkungan, menjelaskan bahwa sejumlah kendala yang muncul dalam pelaksanaan program Masyarakat Berbasis Gas (MBG) merupakan hal yang wajar dalam proses transformasi energi nasional. Ia menekankan bahwa tantangan tersebut tidak serta merta menandakan kegagalan, melainkan bagian dari dinamika adaptasi kebijakan baru.

  • Keterbatasan infrastruktur distribusi gas di wilayah terpencil.
  • Kesenjangan pengetahuan dan kesiapan masyarakat dalam beralih ke penggunaan gas rumah tangga.
  • Regulasi yang masih dalam tahap penyempurnaan, sehingga belum sepenuhnya mengakomodasi kebutuhan lokal.

Ia menambahkan bahwa pemerintah tengah melakukan evaluasi menyeluruh untuk mengidentifikasi titik-titik kritis dan menyusun langkah perbaikan yang lebih terukur. Upaya tersebut mencakup peningkatan investasi pada jaringan pipa, pelatihan bagi pelaku usaha kecil, serta penyesuaian kebijakan tarif agar lebih terjangkau bagi konsumen akhir.

Hashim juga menegaskan pentingnya kolaborasi antara pemerintah, swasta, dan masyarakat dalam mengatasi hambatan tersebut. “Kita harus bersinergi, mengoptimalkan sumber daya yang ada, dan terus memantau pelaksanaan program agar manfaatnya dapat dirasakan secara merata,” ujarnya dalam konferensi pers yang diadakan di Jakarta.

Dengan mengakui bahwa kelemahan dalam implementasi MBG merupakan hal lumrah, Hashim berharap hal ini dapat memicu perbaikan kebijakan yang lebih responsif dan berkelanjutan, sejalan dengan komitmen Indonesia untuk mengurangi ketergantungan pada energi fosil dan meningkatkan akses energi bersih bagi seluruh lapisan masyarakat.