Harga Minyak Dunia Kembali Terkoreksi Usai Iran Buka Selat Hormuz, Bursa AS Cetak Rekor Baru

LintasWarganet.com – 18 April 2026 | Harga minyak dunia mengalami penurunan signifikan setelah Iran membuka kembali Selat Hormuz, sebuah jalur pelayaran strategis yang selama beberapa minggu sebelumnya ditutup akibat ketegangan regional. Penurunan ini memicu koreksi harga komoditas energi di pasar global.

Sementara itu, indeks bursa berjangka di Amerika Serikat (CME Group) mencatat rekor tertinggi baru, mencerminkan sentimen optimis investor terhadap prospek damai dan stabilitas pasokan minyak.

  • Harga Brent turun dari US$84,30 per barel menjadi US$81,70 dalam hitungan jam.
  • Harga West Texas Intermediate (WTI) jatuh dari US$80,10 menjadi US$77,60 per barel.
  • Rekor tertinggi indeks futures minyak di CME mencapai 1.420 poin, melampaui level sebelumnya sebesar 1.395 poin.

Analisis para pakar pasar menunjukkan bahwa pembukaan Selat Hormuz mengurangi kekhawatiran akan gangguan suplai, sehingga permintaan spekulatif berkurang. Selain itu, ekspektasi akan negosiasi damai antara pihak-pihak terkait di Timur Tengah meningkatkan kepercayaan investor.

Parameter Sebelum Sesudah
Harga Brent US$84,30/bbl US$81,70/bbl
Harga WTI US$80,10/bbl US$77,60/bbl
Indeks Futures CME 1.395 poin 1.420 poin

Secara makroekonomi, penurunan harga minyak berpotensi menurunkan tekanan inflasi di negara‑negara importir, sekaligus memperkuat daya beli konsumen. Namun, produsen minyak utama mencatat penurunan pendapatan yang dapat memengaruhi investasi eksplorasi di masa mendatang.

Para pelaku pasar kini menantikan data inventaris minyak mingguan dari Amerika Serikat serta pernyataan resmi Organisasi Negara‑Negara Pengekspor Minyak (OPEC) untuk menilai arah pergerakan harga ke depan.