Harga Cabai Turun Baik di Pasar Induk hingga Pasar Rakyat
Harga Cabai Turun Baik di Pasar Induk hingga Pasar Rakyat

Harga Cabai Turun Baik di Pasar Induk hingga Pasar Rakyat

LintasWarganet.com – 29 Maret 2026 | Harga cabai di seluruh jaringan pasar nasional menunjukkan tren penurunan yang signifikan, mulai dari pasar induk hingga pasar tradisional. Penurunan ini membantu menstabilkan harga pangan pasca perayaan Idul Fitri 1447 Hijriah.

Badan Pangan Nasional (BPN) mencatat bahwa penurunan harga terjadi secara serempak pada pekan terakhir, dengan rata‑rata penurunan sekitar 15‑20 % dibandingkan dengan harga puncak menjelang hari raya. Data BPN menunjukkan bahwa harga cabai merah di pasar induk Surabaya turun dari Rp 30.000 per kilogram menjadi Rp 24.500, sementara di pasar rakyat Jakarta harga serupa turun dari Rp 28.000 menjadi Rp 22.000 per kilogram.

Beberapa faktor yang berkontribusi pada penurunan ini antara lain:

  • Hasil panen cabai yang melimpah di wilayah Jawa Tengah dan Jawa Barat.
  • Peningkatan volume distribusi melalui jalur logistik yang lebih efisien.
  • Kondisi cuaca yang stabil, mengurangi risiko kerusakan hasil.

Penurunan harga cabai diharapkan memberikan manfaat langsung bagi konsumen, terutama rumah tangga yang menghadapi tekanan inflasi makanan. Selain itu, pedagang pasar tradisional melaporkan peningkatan penjualan karena harga yang lebih terjangkau menarik lebih banyak pembeli.

Meskipun demikian, BPN mengingatkan bahwa stabilitas harga masih bersifat sementara. Faktor eksternal seperti perubahan cuaca mendadak atau gangguan pasokan di pelabuhan dapat mempengaruhi kembali dinamika pasar. Oleh karena itu, pihak berwenang akan terus memantau pergerakan harga dan siap mengambil langkah kebijakan bila diperlukan.