Hanania Group Diduga Tipu dan Gelapkan Dana Umrah Belasan Miliar, Awkarin dan Keanu Dapat Dipanggil Polisi
Hanania Group Diduga Tipu dan Gelapkan Dana Umrah Belasan Miliar, Awkarin dan Keanu Dapat Dipanggil Polisi

Hanania Group Diduga Tipu dan Gelapkan Dana Umrah Belasan Miliar, Awkarin dan Keanu Dapat Dipanggil Polisi

LintasWarganet.com – 02 Juni 2026 | Polisi Jakarta tengah menyelidiki dugaan penipuan dan penggelapan dana umrah yang melibatkan Hanania Group, sebuah perusahaan travel yang menargetkan calon jemaah umrah dengan janji layanan mewah. Menurut penyelidikan awal, kelompok ini diduga mengalihkan dana nasabah senilai belasan miliar rupiah ke rekening pribadi tanpa memberikan layanan yang dijanjikan.

Kasus ini mulai terkuak setelah sejumlah korban melaporkan bahwa uang yang mereka transfer untuk paket umrah tidak pernah sampai ke tujuan. Investigasi menunjukkan bahwa pihak Hanania Group menggunakan media sosial dan jaringan influencer untuk menarik calon jemaah, menonjolkan testimoni palsu dan foto-foto liburan mewah.

  • Jumlah dana yang diperkirakan hilang: Rp 12‑15 miliar.
  • Jumlah korban: lebih dari 200 orang.
  • Metode penipuan: transfer melalui rekening bank pribadi, janji fasilitas eksklusif, serta promosi melalui influencer.

Dalam proses penyidikan, polisi menemukan bahwa sejumlah influencer ternama, termasuk Awkarin (Katherine Amanda) dan Keanu, turut mempromosikan paket umrah Hanania Group melalui postingan berbayar. Meskipun tidak ada bukti langsung bahwa mereka terlibat dalam aksi keuangan, keduanya kini masuk dalam daftar saksi yang berpotensi dipanggil untuk memberikan keterangan.

Polisi menyatakan akan memanggil Awkarin dan Keanu dalam minggu mendatang untuk menanyakan peran mereka dalam kampanye promosi tersebut serta mengetahui apakah mereka mengetahui adanya modus penipuan. Kedua influencer belum memberikan komentar resmi terkait panggilan tersebut.

Selain menindaklanjuti kasus penipuan, pihak kepolisian juga berkoordinasi dengan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan Kementerian Agama untuk memastikan perlindungan konsumen dan mengawasi praktik travel umrah di masa depan. Mereka menegaskan pentingnya verifikasi legalitas agen travel sebelum melakukan pembayaran, serta mengingatkan masyarakat agar berhati-hati terhadap penawaran yang terdengar terlalu bagus untuk menjadi kenyataan.

Kasus ini menambah deretan kontroversi seputar penggunaan influencer dalam pemasaran produk keagamaan, yang kini menjadi sorotan regulator. Pengawasan lebih ketat diharapkan dapat mencegah terulangnya modus serupa dan melindungi jamaah yang ingin menunaikan ibadah umrah secara aman dan terpercaya.