Gempa Sigi 3,4 SR Guncang Sulawesi Tengah, Setelahnya Gempa 5,1 SR Mengguncang Palu
Gempa Sigi 3,4 SR Guncang Sulawesi Tengah, Setelahnya Gempa 5,1 SR Mengguncang Palu

Gempa Sigi 3,4 SR Guncang Sulawesi Tengah, Setelahnya Gempa 5,1 SR Mengguncang Palu

LintasWarganet.com – 17 Juni 2026 | Pada Rabu, 17 Juni 2026, wilayah Sulawesi Tengah mengalami rangkaian gempa bumi yang menimbulkan kepanikan sementara di beberapa daerah. Gempa pertama tercatat pada pukul 01:43 WITA dengan magnitudo 3,4 skala Richter, berpusat di darat Kabupaten Sigi. Pusat gempa berada pada koordinat 1,08 LS dan 120,09 BT, kira-kira 41 km timur laut Sigi, dengan kedalaman hanya 3 km. Gempa ini dirasakan oleh penduduk setempat, namun tidak menyebabkan kerusakan struktural yang signifikan.

Beberapa jam kemudian, pada pukul 06:25 WIB, BMKG melaporkan gempa kedua dengan magnitudo yang sama, 3,4 SR, berpusat di wilayah timur laut Sigi. Kedalaman gempa ini tercatat 5 km. Kedua gempa tersebut tergolong kecil dan bersifat dangkal, sehingga guncangannya terasa kuat di sekitar pusat gempa namun tidak meluas ke wilayah jauh.

Gempa 5,1 SR Menjadi Sorotan Utama

Tak lama setelah gempa kecil tersebut, pada pukul 01:29 WIB, BMKG mengumumkan gempa tektonik dengan magnitudo 5,1 SR yang mengguncang provinsi Sulawesi Tengah. Pusat gempa berada di darat pada koordinat 1,14 LS dan 120,33 BT, sekitar 54 km arah barat laut Kabupaten Poso. Kedalaman gempa juga sangat dangkal, yaitu 5 km. BMKG menegaskan bahwa gempa ini tidak berpotensi menimbulkan tsunami, namun terasa cukup kuat bagi penduduk di sekitarnya.

Gempa 5,1 SR ini diidentifikasi sebagai aftershock atau gempa susulan dari gempa utama yang terjadi pada Selasa, 16 Juni 2026, dengan magnitudo 6,7 di wilayah tenggara Kota Palu. Meskipun skala aftershock menurun, kedalaman yang sangat dangkal meningkatkan potensi guncangan terasa, terutama pada bangunan yang belum sepenuhnya pulih dari gempa utama.

Dampak dan Tanggapan Pemerintah

Sejauh ini, laporan resmi belum menyebutkan adanya korban jiwa atau cedera serius akibat gempa-gempa tersebut. Namun, beberapa wilayah melaporkan retakan kecil pada dinding rumah dan goyangan pada jendela. Tim SAR dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) segera dikerahkan untuk memantau kondisi struktural dan membantu warga yang membutuhkan bantuan.

Petugas BMK dan BNPB menekankan pentingnya kewaspadaan masyarakat, terutama di daerah yang masih mengalami kerusakan pasca gempa 6,7. Pemerintah daerah mengimbau warga untuk tetap tenang, menghindari penyebaran informasi yang tidak jelas, dan melaporkan kerusakan yang mencolok kepada otoritas setempat.

Data Gempa Terkini

Waktu (WITA) Magnitudo (SR) Kedalaman (km) Lokasi Pusat Gempa
01:43 3,4 3 Sigi, 1,08 LS / 120,09 BT
06:25 3,4 5 Sigi timur laut, 1,08 LS / 120,09 BT
01:29 (16/6) 6,7 ?? Palu, 1,14 LS / 120,33 BT
01:29 (17/6) 5,1 5 Poso barat laut, 1,14 LS / 120,33 BT

Data di atas mencerminkan rangkaian aktivitas seismik yang terjadi dalam rentang waktu 24 jam, menandakan zona tektonik di Sulawesi Tengah masih aktif. BMKG terus memantau pergerakan lempeng tektonik dan akan mengeluarkan peringatan dini jika diperlukan.

Selain gempa di Sulawesi Tengah, BMKG juga mencatat gempa berukuran 2,6 SR di Kabupaten Gayo Lues, Aceh, dengan kedalaman 6 km pada pukul 06:20 WIB. Meskipun berada jauh dari Sulawesi, peristiwa ini menegaskan bahwa aktivitas seismik di Indonesia tetap tinggi mengingat negara ini terletak di Cincin Api Pasifik.

Secara keseluruhan, rangkaian gempa pada 17 Juni 2026 menegaskan pentingnya kesiapsiagaan masyarakat dan koordinasi lintas lembaga. Pemerintah daerah di Sulawesi Tengah berjanji akan mempercepat proses evaluasi kerusakan, memperbaiki infrastruktur kritis, dan meningkatkan sistem peringatan dini untuk mengurangi risiko di masa mendatang.