Gempa Manado Guncang Kota: Dampak Listrik, Pariwisata, dan Upaya Pemerintah Mengatasi Hoaks
Gempa Manado Guncang Kota: Dampak Listrik, Pariwisata, dan Upaya Pemerintah Mengatasi Hoaks

Gempa Manado Guncang Kota: Dampak Listrik, Pariwisata, dan Upaya Pemerintah Mengatasi Hoaks

LintasWarganet.com – 25 Mei 2026 | Manado, ibu kota Provinsi Sulawesi Utara, diguncang gempa bumi berkekuatan 6,8 skala Richter pada sore hari, menimbulkan kerusakan pada infrastruktur penting dan menimbulkan kepanikan di kalangan warga. Gempa tersebut terdeteksi pada pukul 14.30 WIB dan berkonsentrasi pada kedalaman 10 kilometer di bawah permukaan tanah.

Dampak Terhadap Listrik

Gempa menyebabkan gangguan pada jaringan listrik di beberapa distrik utama Manado. Pemadaman listrik meluas hingga 45 persen wilayah perkotaan, mempengaruhi rumah tangga, fasilitas kesehatan, dan pusat-pusat komersial. Menanggapi situasi, PT PLN (Persero) Unit Distribusi Sulawesi Utara segera mengaktifkan tim darurat untuk memulihkan pasokan listrik. Tim tersebut bekerja siang dan malam, mirip dengan prosedur yang diterapkan PLN Sumut setelah gangguan interkoneksi, dengan fokus pada pemeriksaan gardu dan pemulihan sistem secara menyeluruh.

Hingga tengah malam, lebih dari 80 persen area yang terdampak telah kembali menyala. PLN menekankan pentingnya warga untuk tidak menyebarkan informasi palsu mengenai pemadaman listrik yang belum terkonfirmasi, mengingat tingginya penyebaran hoaks di media sosial setelah bencana alam.

Pengaruh pada Pariwisata

Manado dikenal sebagai destinasi ekowisata, terutama untuk menyelam di Bunaken. Gempa ini menimbulkan kekhawatiran di kalangan wisatawan domestik dan mancanegara. Data kunjungan wisatawan tahun 2019 menunjukkan bahwa Indonesia menerima 16,11 juta wisatawan, dengan pertumbuhan 1,88 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Meskipun data tersebut tidak spesifik untuk Manado, tren peningkatan wisatawan internasional menandakan potensi kerugian ekonomi bila persepsi keamanan menurun.

Beberapa hotel melaporkan penurunan pemesanan pada malam hari setelah gempa, dan otoritas pariwisata setempat mengeluarkan peringatan agar wisatawan menunda perjalanan hingga kondisi dinyatakan aman. Pemerintah daerah berkoordinasi dengan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) untuk melakukan inspeksi struktur bangunan wisata utama, termasuk hotel, restoran, dan pusat penyelaman.

Masyarakat dan Upaya Mengatasi Hoaks

Setelah gempa, arus informasi yang tidak terverifikasi mengalir cepat di platform digital. Beberapa rumor menyebutkan bahwa gempa disebabkan oleh percobaan senjata nuklir atau bahwa pemerintah menutup jalur evakuasi. Pihak kepolisian dan BNPB bersatu mengadakan kampanye edukasi melalui media lokal, menekankan pentingnya memeriksa sumber berita sebelum menyebarkannya.

  • Verifikasi informasi melalui situs resmi BNPB dan PLN.
  • Hindari penyebaran foto atau video yang tidak jelas asal‑usulnya.
  • Laporkan konten mencurigakan ke platform media sosial.

Langkah-Langkah Penanggulangan Jangka Pendek

Pemerintah kota Manado mengaktifkan posko darurat di lima titik strategis, menyediakan air bersih, makanan, serta layanan medis bagi korban. Tim SAR melakukan pencarian dan penyelamatan di area rawan longsor. Selain itu, pemulihan jaringan listrik diprioritaskan pada fasilitas kesehatan dan sekolah.

Dalam jangka panjang, otoritas berencana memperkuat standar bangunan tahan gempa, memperluas jaringan listrik underground, serta meningkatkan sistem peringatan dini gempa bumi dengan teknologi seismik terkini.

Dengan koordinasi lintas sektoral dan kesadaran publik yang tinggi, diharapkan dampak gempa Manado dapat diminimalkan, serta proses pemulihan berjalan cepat dan terstruktur.