Gempa Magnitudo 5,8 Guncang Bitung, Sulawesi Utara Pagi Ini
Gempa Magnitudo 5,8 Guncang Bitung, Sulawesi Utara Pagi Ini

Gempa Magnitudo 5,8 Guncang Bitung, Sulawesi Utara Pagi Ini

LintasWarganet.com – 04 April 2026 | Pada Sabtu, 4 April 2026, pukul 08.35 WIB, wilayah Bitung di Sulawesi Utara dilanda gempa bumi dengan kekuatan magnitudo 5,8 skala Richter. Gempa tersebut terasa kuat di beberapa kecamatan, termasuk Bitung Selatan, Bitung Utara, dan daerah sekitarnya.

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mencatat pusat gempa berada pada kedalaman 10 kilometer di bawah permukaan tanah. Pada saat kejadian, gempa berlangsung selama kurang lebih 10 detik sebelum berkurang menjadi getaran berulang yang disebut aftershock.

Sejumlah bangunan di pusat kota Bitung mengalami keretakan pada dinding dan atap, namun hingga saat ini belum ada laporan korban jiwa. Tim SAR dan pemadam kebakaran setempat langsung dikerahkan untuk memeriksa kondisi gedung-gedung publik, rumah tinggal, serta fasilitas penting seperti rumah sakit dan sekolah.

Berikut langkah-langkah yang disarankan oleh otoritas setempat untuk menghadapi gempa dan aftershock:

  • Segera menjauh dari jendela, kaca, atau struktur yang mudah runtuh.
  • Jika berada di dalam ruangan, berlindung di bawah meja atau furnitur yang kuat.
  • Hindari penggunaan lift dan segera gunakan tangga darurat bila diperlukan evakuasi.
  • Setelah gempa berhenti, periksa kondisi saluran listrik dan gas, serta laporkan kebocoran kepada petugas.
  • Ikuti perintah petugas dan tetap berada di area yang aman hingga informasi selanjutnya diberikan.

BMKG memperkirakan kemungkinan terjadinya aftershock dengan magnitudo hingga 4,5 dalam 24 jam ke depan. Masyarakat diminta untuk tetap waspada dan memantau informasi resmi melalui kanal pemerintah setempat.

Gempa berkekuatan serupa pernah terjadi di wilayah Sulawesi Utara pada tahun-tahun sebelumnya, menegaskan pentingnya kesiapsiagaan bencana di daerah rawan gempa. Pemerintah daerah Bitung berkomitmen meningkatkan program mitigasi, termasuk penyuluhan mitigasi bencana kepada warga dan peningkatan standar konstruksi bangunan.