Gempa M 6,7 Guncang Sulawesi Tengah, 29 BTS Terganggu, 8 Sudah Pulih
Gempa M 6,7 Guncang Sulawesi Tengah, 29 BTS Terganggu, 8 Sudah Pulih

Gempa M 6,7 Guncang Sulawesi Tengah, 29 BTS Terganggu, 8 Sudah Pulih

LintasWarganet.com – 16 Juni 2026 | Pada sore hari tanggal 26 Juni 2024, gempa bumi berkekuatan magnitude 6,7 mengguncang wilayah Sulawesi Tengah. Gempa tersebut tercatat pada kedalaman 10 kilometer dan berpusat di daerah Kabupaten Morowali. Dampak utama yang dilaporkan adalah terganggunya jaringan telekomunikasi, khususnya 29 Base Transceiver Station (BTS) milik beberapa operator seluler.

Kerusakan pada BTS mengakibatkan terputusnya layanan seluler dan internet di sejumlah desa dan kota kecil. Warga melaporkan kehilangan sinyal selama beberapa jam, sementara layanan darurat harus mengandalkan jaringan radio tradisional.

Pemerintah melalui Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemkominfo) segera mengaktifkan tim pemulihan. Tim teknisi dikerahkan ke lokasi terdampak, melakukan inspeksi, perbaikan perangkat keras, serta mengganti antena yang rusak. Hingga saat ini, delapan BTS telah berhasil dipulihkan dan kembali beroperasi penuh.

Berikut daftar BTS yang sudah pulih:

  • BTS Morowali 1
  • BTS Poso Timur
  • BTS Luwuk Selatan
  • BTS Banggai Utara
  • BTS Buol Barat
  • BTS Donggala Selatan
  • BTS Parigi Barat
  • BTS Sigi Utara

Tim pemulihan masih bekerja pada sisa 21 BTS yang belum kembali berfungsi. Prioritas diberikan pada BTS yang melayani wilayah dengan kepadatan penduduk tinggi dan lokasi strategis bagi layanan darurat.

Selain perbaikan teknis, Kemkominfo juga berkoordinasi dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sulawesi Tengah untuk memastikan penyediaan jaringan cadangan dan meminimalisir gangguan komunikasi di masa mendatang. Pemerintah mengingatkan masyarakat untuk tetap waspada dan memanfaatkan kanal komunikasi alternatif bila terjadi gangguan serupa.

Gempa ini menjadi pengingat pentingnya kesiapan infrastruktur telekomunikasi dalam menghadapi bencana alam. Upaya perbaikan dan penguatan jaringan di wilayah rawan gempa terus menjadi agenda utama demi keamanan dan kelancaran komunikasi publik.