Gempa M 6,4 Sulut: Plafon Gereja BHKY Rumengkor Runtuh Jelang Misa Kamis Putih
Gempa M 6,4 Sulut: Plafon Gereja BHKY Rumengkor Runtuh Jelang Misa Kamis Putih

Gempa M 6,4 Sulut: Plafon Gereja BHKY Rumengkor Runtuh Jelang Misa Kamis Putih

LintasWarganet.com – 02 April 2026 | Pada tanggal 26 April 2024, wilayah Sulawesi Utara diguncang oleh gempa bumi berkekuatan magnitude 6,4 pada skala Richter. Guncangan terasa kuat di beberapa kecamatan, termasuk di daerah Rumengkor, Kabupaten Minahasa Utara.

Akibat gempa, plafon Gereja Bethel HKBP (BHKY) Rumengkor mengalami kerusakan parah hingga sebagian runtuh tepat sebelum pelaksanaan ibadah Misa Kamis Putih yang dijadwalkan pada sore harinya. Potongan-potongan batuan dan debu jatuh menimpa area altar, namun beruntung tidak ada laporan luka serius di antara jemaat yang sudah berada di luar gedung.

Berikut rincian kerusakan yang dilaporkan:

  • Plafon ruang utama runtuh sebagian, mengakibatkan kerusakan pada struktur atap.
  • Dinding sebelah timur retak ringan.
  • Lantai tidak mengalami kerusakan signifikan.
  • Perlengkapan ibadah seperti lilin, buku doa, dan sound system mengalami kerusakan minor.

Pihak kepolisian dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) setempat segera melakukan evakuasi dan mengevakuasi jemaat yang berada di dalam gereja pada saat kejadian. Tim medis standby untuk memberikan pertolongan pertama bila diperlukan.

Meski terjadi kerusakan struktural, panitia ibadah memutuskan untuk tetap melaksanakan Misa Kamis Putih dengan menyesuaikan lokasi di ruang luar gereja yang telah dipastikan aman. Penataan kursi, tenda, serta sistem audio dipindahkan ke halaman gereja, dan jamaah diminta untuk tetap waspada serta mengikuti arahan petugas.

Gembala gereja, Pdt. Yohanes Simbolon, menyampaikan rasa terima kasih kepada semua pihak yang membantu penanganan darurat dan menegaskan bahwa keselamatan umat tetap menjadi prioritas utama. Ia menambahkan bahwa proses perbaikan plafon akan segera dimulai setelah evaluasi teknis selesai.

Gempa ini menjadi pengingat pentingnya kesiapsiagaan bangunan ibadah terhadap bencana alam, khususnya di wilayah yang rawan gempa. Pemerintah daerah telah menegaskan komitmennya untuk melakukan inspeksi struktural pada semua tempat ibadah dan fasilitas umum dalam waktu dekat.