Gempa Buru Selatan Magnitudo 4,8 Guncang Malam Ini, BMKG Tegaskan Tak Berpotensi Tsunami
Gempa Buru Selatan Magnitudo 4,8 Guncang Malam Ini, BMKG Tegaskan Tak Berpotensi Tsunami

Gempa Buru Selatan Magnitudo 4,8 Guncang Malam Ini, BMKG Tegaskan Tak Berpotensi Tsunami

LintasWarganet.com – 18 Mei 2026 | Jumat malam, 18 Mei 2026, wilayah Buru Selatan di Maluku Tenggara diguncang gempa bumi dengan kekuatan magnitude 4,8. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) melaporkan bahwa pusat gempa terletak di laut, 72 km sebelah timur Buru Selatan, pada kedalaman 4 km. Gempa terjadi tepat pada pukul 00:58:34 WIB dan tidak menimbulkan potensi tsunami.

Koordinat lokasi gempa tercatat pada 3,93° Lintang Selatan dan 128,38° Bujur Timur. Berdasarkan skala Modified Mercalli Intensity (MMI), getaran dirasakan oleh penduduk di wilayah Ambon dengan intensitas III, yang menandakan beberapa orang merasakan guncangan ringan, benda tergantung berayun, dan kaca jendela bergetar, namun tidak ada kerusakan struktural signifikan.

Rangkaian Gempa di Sekitar Buru Selatan

Gempa dengan magnitude 4,8 ini bukanlah peristiwa tunggal pada minggu ini. Pada hari sebelumnya, 17 Mei 2026, BMKG mencatat gempa magnitude 3,8 di daerah yang sama, berpusat 78 km timur laut Buru Selatan pada kedalaman 10 km. Gempa tersebut juga tidak menimbulkan tsunami dan dirasakan dengan intensitas MMI II‑III di Ambon, artinya sebagian besar masyarakat hanya merasakan getaran melalui alat pengukur.

Dalam tujuh hari terakhir, BMKG melaporkan total 11 kejadian gempa yang dirasakan masyarakat di seluruh wilayah Indonesia, dengan variasi magnitudo dari 3,0 hingga 5,2 dan kedalaman bervariasi antara 4 hingga 30 km. Aktivitas seismik ini mencerminkan dinamika tektonik aktif di kawasan Indo‑Pasifik, khususnya di zona subduksi yang melintasi wilayah timur Indonesia.

Analisis BMKG dan Implikasi Bagi Masyarakat

Menurut pernyataan resmi BMKG, gempa 4,8 pada 18 Mei tidak menimbulkan ancaman tsunami karena kedalaman yang relatif dangkal dan pusat gempa yang berada di lepas pantai. Pihak BMKG terus memantau aktivitas seismik dengan jaringan stasiun seismik yang tersebar di seluruh kepulauan, serta menyediakan peringatan dini melalui aplikasi resmi dan kanal media sosial.

Untuk mengurangi dampak potensial, BMKG mengimbau warga di wilayah rawan gempa untuk selalu memeriksa kondisi bangunan, menyiapkan perlengkapan darurat, dan mengikuti prosedur evakuasi bila peringatan tsunami atau gempa susulan dikeluarkan. Masyarakat juga disarankan untuk tidak panik, melaporkan kerusakan yang terjadi, serta mendukung upaya penanggulangan bencana melalui koordinasi dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD).

Data Gempa Terbaru (5 Hari Terakhir)

Tanggal Magnitudo (M) Kedalaman (km) Lokasi Potensi Tsunami
18 Mei 2026 4,8 4 Buru Selatan (72 km Timur Laut) Tidak
17 Mei 2026 3,8 10 Buru Selatan (78 km Timur) Tidak
15 Mei 2026 4,2 12 Ambon Tidak
14 Mei 2026 5,1 25 Halmahera Utara Potensial (dipantau)
13 Mei 2026 3,5 8 Seram Barat Tidak

Data di atas menunjukkan pola peningkatan frekuensi gempa di wilayah timur Indonesia, yang sejalan dengan laporan BMKG bahwa aktivitas seismik meningkat pada periode ini.

Reaksi Pemerintah dan Penyelenggaraan Kesiapsiagaan

Gubernur Maluku Tenggara, Muhammad Natsir, menyatakan kesiapan pemerintah daerah untuk menanggapi setiap potensi bencana. “Kami telah menyiapkan tim SAR dan posko pengungsian di wilayah yang berpotensi terdampak. Masyarakat diminta tetap tenang dan mengikuti arahan resmi,” ujar Natsir dalam konferensi pers singkat.

Pemerintah pusat melalui Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) juga menegaskan bahwa sistem peringatan dini tetap aktif, serta akan melakukan evaluasi pasca-gempa untuk memperbaiki prosedur penanggulangan.

Secara keseluruhan, meskipun gempa magnitude 4,8 mengguncang Buru Selatan, tidak ada laporan kerusakan signifikan atau korban jiwa. Namun, kejadian ini menjadi pengingat penting bagi penduduk dan otoritas untuk terus meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi potensi gempa bumi di masa depan.