Gempa Bumi Magnitudo 5,8 di Afghanistan Utara Menewaskan Delapan Orang
Gempa Bumi Magnitudo 5,8 di Afghanistan Utara Menewaskan Delapan Orang

Gempa Bumi Magnitudo 5,8 di Afghanistan Utara Menewaskan Delapan Orang

LintasWarganet.com – 05 April 2026 | Pada Jumat malam tanggal 3 April 2024, wilayah utara Afghanistan dilanda gempa bumi dengan kekuatan magnitudo 5,8. Guncangan tersebut terjadi sekitar pukul 20.30 WIB dan berpusat di daerah pegunungan Badakhshan, yang berada di bagian timur laut negara tersebut.

Kerusakan infrastruktur meliputi:

  • Ratusan rumah warga runtuh atau mengalami kerusakan struktural berat.
  • Jalan utama yang menghubungkan desa-desa terputus akibat longsor.
  • Beberapa fasilitas kesehatan lokal kehilangan pasokan listrik dan air bersih.

Tim penyelamat dari pemerintah daerah serta organisasi bantuan internasional segera dikerahkan ke lokasi bencana. Mereka melakukan evakuasi korban, memberikan pertolongan pertama, dan menyalurkan bantuan darurat berupa makanan, selimut, dan peralatan medis.

Sejumlah ahli seismologi mencatat bahwa wilayah Afghanistan berada di zona tektonik yang aktif, khususnya di perbatasan lempeng India dan Eurasia. Aktivitas seismik di kawasan ini memang sering terjadi, namun gempa dengan intensitas di atas 5,5 tetap dianggap signifikan dan dapat menimbulkan kerusakan luas, terutama di daerah dengan infrastruktur yang rentan.

Pemerintah Afghanistan melalui Menteri Dalam Negeri mengumumkan alokasi dana darurat untuk memperbaiki rumah-rumah yang rusak serta memperkuat jaringan transportasi. Selain itu, pihak berwenang menyerukan kepada penduduk setempat untuk tetap waspada terhadap potensi gempa susulan dan longsor di area rawan.

Komunitas internasional juga menyampaikan simpati dan menawarkan bantuan. Beberapa negara sahabat telah mengirimkan tim medis dan peralatan penyelamatan untuk mempercepat proses pemulihan.

Gempa bumi ini menjadi pengingat akan pentingnya pembangunan yang tahan gempa, terutama di daerah-daerah yang rawan seismik. Upaya mitigasi, seperti penegakan standar bangunan yang lebih ketat dan edukasi masyarakat tentang prosedur darurat, diharapkan dapat mengurangi dampak bencana serupa di masa depan.