GAPKI Sebut Kelapa Sawit Konsisten jadi Tulang Punggung Ekonomi Selama Lebih dari 4 Dekade
GAPKI Sebut Kelapa Sawit Konsisten jadi Tulang Punggung Ekonomi Selama Lebih dari 4 Dekade

GAPKI Sebut Kelapa Sawit Konsisten jadi Tulang Punggung Ekonomi Selama Lebih dari 4 Dekade

LintasWarganet.com – 29 April 2026 | Industri kelapa sawit Indonesia terus menegaskan perannya sebagai tulang punggung ekonomi nasional selama lebih dari empat dekade. Dalam pernyataan terbaru, Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (GAPKI) menyoroti kontribusi signifikan sektor ini terhadap lapangan kerja, devisa negara, dan pertumbuhan ekonomi secara keseluruhan.

Data yang diungkapkan GAPKI menunjukkan bahwa:

  • Kelapa sawit menyumbang sekitar 13% dari total ekspor non‑migas Indonesia.
  • Penerimaan negara dari sektor ini mencapai lebih dari 10% dari total pendapatan fiskal tahunan.
  • Lebih dari 2,5 juta tenaga kerja, baik langsung maupun tidak langsung, bergantung pada rantai nilai kelapa sawit.
  • Produk turunan kelapa sawit, seperti minyak goreng dan biodiesel, memberikan nilai tambah yang signifikan bagi industri pengolahan dalam negeri.

Ketua GAPKI, Bapak Joko Santoso, menegaskan, “Kelapa sawit telah menjadi motor penggerak ekonomi pedesaan dan sumber devisa yang stabil. Kami berkomitmen untuk meningkatkan produktivitas melalui inovasi agronomi, sertifikasi berkelanjutan, dan peningkatan nilai tambah di dalam negeri.”

Meski demikian, sektor ini menghadapi tantangan, termasuk tekanan regulasi lingkungan, persaingan pasar global, dan kebutuhan akan diversifikasi produk. GAPKI menekankan pentingnya kolaborasi antara pemerintah, pelaku usaha, dan lembaga riset untuk mengoptimalkan praktik pertanian yang ramah lingkungan serta memperluas pasar internasional.

Dengan dukungan kebijakan yang kondusif dan investasi dalam teknologi pertanian, GAPKI optimis industri kelapa sawit akan terus berkontribusi pada pertumbuhan ekonomi Indonesia dan menciptakan peluang kerja yang lebih luas bagi masyarakat.