Gangguan Pasokan Minyak Akibat Blokade Selat Hormuz, Pertamina Siapkan Impor dari Afrika

LintasWarganet.com – 17 April 2026 | Ketegangan geopolitik di Timur Tengah akhir-akhir ini memuncak dengan blokade di Selat Hormuz, jalur laut strategis yang menghubungkan Laut Arab dengan Teluk Persia. Selat ini mengalirkan sekitar tiga perempat produksi minyak dunia, sehingga setiap gangguan dapat menimbulkan dampak signifikan pada pasokan energi global.

Blokade yang dilakukan oleh beberapa pihak menimbulkan kekhawatiran akan penurunan pasokan minyak mentah, khususnya bagi negara-negara importir seperti Indonesia. PT Pertamina (Persero) mengakui potensi risiko tersebut dan mulai mencari alternatif sumber minyak untuk memastikan kelancaran pasokan ke dalam negeri.

Dalam upaya mitigasi, Pertamina menargetkan negara-negara di Afrika sebagai pemasok baru. Beberapa negara yang dipertimbangkan meliputi:

  • Nigeria
  • Angola
  • Libya
  • Aljazair
  • Ghana
  • Sudan

Negara-negara Afrika tersebut dikenal memiliki cadangan minyak mentah yang melimpah serta infrastruktur ekspor yang sudah mapan. Dengan memperluas jaringan pemasok, Pertamina berharap dapat menyeimbangkan kebutuhan pasar domestik sambil mengurangi ketergantungan pada aliran minyak yang melewati Selat Hormuz.

Selain mengamankan pasokan, langkah ini juga diharapkan dapat menstimulasi persaingan harga di pasar internasional, yang pada gilirannya dapat menurunkan beban biaya impor bagi Indonesia. Namun, proses diversifikasi sumber tidak lepas dari tantangan, termasuk penyesuaian logistik, kepatuhan terhadap regulasi internasional, dan fluktuasi harga minyak mentah di pasar global.

Pertamina menegaskan komitmennya untuk terus memantau situasi geopolitik dan melakukan penyesuaian strategi secara dinamis. Upaya ini sejalan dengan kebijakan pemerintah Indonesia untuk menjaga stabilitas energi nasional dan melindungi konsumen dari potensi kenaikan harga bahan bakar.