Gandeng ILO, OJK Digitalisasi Data Peternak Sapi Perah untuk Akses Pembiayaan Formal
Gandeng ILO, OJK Digitalisasi Data Peternak Sapi Perah untuk Akses Pembiayaan Formal

Gandeng ILO, OJK Digitalisasi Data Peternak Sapi Perah untuk Akses Pembiayaan Formal

LintasWarganet.com – 12 Juni 2026 | Otoritas Jasa Keuangan (OJK) bekerja sama dengan International Labour Organization (ILO) meluncurkan program digitalisasi data peternak sapi perah di Jawa Timur. Inisiatif ini ditujukan untuk mempermudah peternak dalam mengakses layanan pembiayaan formal, sekaligus meningkatkan inklusi keuangan di sektor pertanian.

Program ini mencakup beberapa tahapan penting. Pertama, data peternak dikumpulkan secara menyeluruh melalui kunjungan lapangan dan survei digital. Kedua, data tersebut diintegrasikan ke dalam sistem basis data terpusat yang dapat diakses oleh lembaga keuangan resmi. Ketiga, peternak diberikan profil digital yang berisi riwayat produksi, kepemilikan aset, dan histori kredit. Profil ini menjadi dasar penilaian risiko bagi bank atau lembaga pembiayaan.

Berikut rangkaian langkah yang dijalankan dalam program:

  • Pengumpulan data peternak menggunakan aplikasi mobile yang terstandarisasi.
  • Verifikasi data melalui kerja sama dengan Dinas Pertanian dan Dinas Koperasi setempat.
  • Integrasi data ke platform OJK yang terhubung dengan sistem perbankan nasional.
  • Penyediaan pelatihan literasi keuangan bagi peternak untuk memaksimalkan manfaat digitalisasi.

Manfaat yang diharapkan meliputi:

  • Peningkatan akses ke kredit dengan proses persetujuan yang lebih cepat dan transparan.
  • Pengurangan risiko gagal bayar berkat penilaian berbasis data yang lebih akurat.
  • Peningkatan produktivitas susu melalui investasi pada pakan, peralatan, dan teknologi kandang.
  • Peningkatan inklusi keuangan, terutama bagi peternak di daerah pedesaan yang sebelumnya sulit menjangkau layanan perbankan.

Dengan lebih dari 30.000 peternak sapi perah di Jawa Timur, program ini diharapkan menjadi model bagi provinsi lain dalam upaya meningkatkan daya saing agribisnis Indonesia secara keseluruhan.