FlyJaya Buka Rute Halim‑Ketapang, Tingkatkan Konektivitas Kalimantan Barat
FlyJaya Buka Rute Halim‑Ketapang, Tingkatkan Konektivitas Kalimantan Barat

FlyJaya Buka Rute Halim‑Ketapang, Tingkatkan Konektivitas Kalimantan Barat

LintasWarganet.com – 23 Juni 2026 | Maskapai penerbangan PT Surya Mataram Nusantara, yang beroperasi dengan merek dagang FlyJaya, resmi meluncurkan rute baru antara Bandara Halim Perdanakusuma, Jakarta, dan Bandara Ketapang, Kalimantan Barat. Penerbangan ini tersedia dengan layanan pergi‑pulang (PP) dan diharapkan memperkuat konektivitas antar wilayah.

Rute ini akan dioperasikan menggunakan armada berbadan Airbus A320‑neo yang memiliki kapasitas sekitar 180 penumpang per penerbangan. Jadwal pertama dijadwalkan berangkat pada tanggal 15 Juli 2024 dengan frekuensi dua kali seminggu, yaitu setiap Selasa dan Jumat.

Beberapa faktor yang melatarbelakangi pembukaan rute ini antara lain:

  • Permintaan pasar yang meningkat untuk perjalanan bisnis dan pariwisata antara Jakarta dan Kalimantan Barat.
  • Strategi FlyJaya untuk memperluas jaringan domestik dan menjangkau kota‑kota tier‑2 di Indonesia.
  • Dukungan pemerintah daerah dalam meningkatkan aksesibilitas transportasi udara.

Manfaat yang diharapkan bagi Kalimantan Barat meliputi:

  • Stimulus pertumbuhan ekonomi melalui peningkatan arus wisatawan dan investor.
  • Peningkatan peluang kerja di sektor perhotelan, transportasi, dan perdagangan.
  • Kemudahan mobilitas bagi pelaku bisnis dan warga lokal dalam mengakses ibukota negara.

Direktur Utama FlyJaya, Budi Santoso, menyatakan bahwa rute Halim‑Ketapang merupakan bagian dari visi perusahaan untuk menjadi ‘jembatan udara utama’ yang menghubungkan pulau‑pulau di Indonesia. Ia menambahkan bahwa perusahaan akan terus memantau kinerja rute ini dan mempertimbangkan penambahan frekuensi atau destinasi baru berdasarkan respons pasar.

Pembukaan rute ini juga sejalan dengan program pemerintah untuk memperkuat infrastruktur transportasi di wilayah timur Indonesia, yang diharapkan dapat mengurangi kesenjangan pembangunan antara wilayah barat dan timur negara.