Enam Dapur MBG di Pulau Simeulue Berhenti Operasi, Dampak pada Program Gizi
Enam Dapur MBG di Pulau Simeulue Berhenti Operasi, Dampak pada Program Gizi

Enam Dapur MBG di Pulau Simeulue Berhenti Operasi, Dampak pada Program Gizi

LintasWarganet.com – 09 Juni 2026 | Badan Gizi Nasional (BGN) Kabupaten Simeulue mengumumkan penutupan enam Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang merupakan bagian dari program Makan Bersama Gizi (MBG) di Pulau Simeulue. Penutupan ini terjadi pada awal bulan ini dan menimbulkan kekhawatiran terkait ketersediaan layanan gizi bagi masyarakat setempat.

Berikut ini beberapa dampak yang diidentifikasi akibat penutupan enam dapur MBG:

  • Ketersediaan makanan bergizi bagi anak-anak balita dan ibu hamil menurun, berpotensi meningkatkan risiko malnutrisi.
  • Komunitas yang sebelumnya mengandalkan dapur MBG untuk penyuluhan gizi kini kehilangan sarana edukasi langsung.
  • Pekerja sosial dan relawan harus mencari alternatif tempat penyuluhan, yang belum tentu tersedia dalam jarak yang mudah dijangkau.

Pihak BGN menyatakan komitmen untuk mencari solusi jangka panjang, termasuk mengoptimalkan dapur yang masih beroperasi, meningkatkan pelatihan bagi tenaga lokal, serta mengajukan permohonan dana tambahan kepada pemerintah provinsi dan kementerian terkait. Upaya koordinasi dengan dinas kesehatan Kabupaten Simeulue juga sedang dilakukan untuk menyalurkan bantuan pangan darurat bagi keluarga yang paling rentan.

Sementara itu, masyarakat setempat diimbau untuk tetap mengikuti program posyandu dan mengakses layanan kesehatan yang tersedia di puskesmas. Pemerintah daerah berjanji akan mempercepat proses evaluasi dan penataan kembali jaringan dapur MBG agar pelayanan gizi tetap terjaga meski dengan sumber daya yang terbatas.