Dokter Klinik Unri Dinonaktifkan Pasca Mencuatnya Dugaan Pelecehan Seksual

LintasWarganet.com – 02 Mei 2026 | Sejumlah laporan muncul menyebutkan adanya dugaan pelecehan seksual yang melibatkan seorang dokter di klinik Universitas Jenderal Achmad Yani (UNRI). Setelah menerima laporan tersebut, pihak universitas segera menonaktifkan dokter bersangkutan untuk memastikan proses penyelidikan dapat berjalan tanpa hambatan.

Reaksi cepat pihak UNRI menegaskan komitmen institusi dalam menegakkan standar etika dan melindungi hak pasien. Dalam pernyataan resmi, universitas menyatakan bahwa penonaktifan bersifat sementara dan akan berlangsung hingga investigasi selesai, serta menekankan pentingnya objektivitas dalam proses pemeriksaan.

Berikut rangkaian langkah yang diambil oleh UNRI:

  • Menerima laporan resmi mengenai dugaan pelecehan seksual.
  • Menonaktifkan dokter yang terlibat secara administratif.
  • Mengaktifkan tim investigasi internal yang terdiri dari akademisi dan profesional hukum.
  • Memberikan jaminan kerahasiaan bagi korban dan saksi.
  • Menyiapkan laporan akhir untuk diserahkan kepada pihak berwenang jika diperlukan.

Pihak kampus juga mengimbau seluruh civitas akademika untuk melaporkan setiap tindakan tidak pantas yang terjadi di lingkungan universitas, serta menegaskan bahwa pelanggaran semacam ini tidak akan ditoleransi.

Kasus ini menambah deretan insiden serupa di institusi pendidikan tinggi yang menuntut peningkatan mekanisme pengawasan dan penanganan kasus kekerasan seksual. Masyarakat diharapkan dapat menunggu hasil penyelidikan yang transparan sebelum menarik kesimpulan akhir.