DIY Siaga Narelle: Ancaman Siklon Tropis Bawa Cuaca Ekstrem Hingga 30 Maret
DIY Siaga Narelle: Ancaman Siklon Tropis Bawa Cuaca Ekstrem Hingga 30 Maret

DIY Siaga Narelle: Ancaman Siklon Tropis Bawa Cuaca Ekstrem Hingga 30 Maret

LintasWarganet.com – 30 Maret 2026 | Pemerintah Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) mengumumkan status siaga terhadap potensi dampak siklon tropis Narelle hingga 30 Maret 2024. Meskipun Narelle berpusat di Samudra Hindia selatan, sistem tekanan rendah ini diprediksi dapat menimbulkan curah hujan tinggi, angin kencang, serta fenomena cuaca ekstrem di wilayah timur Indonesia, termasuk Yogyakarta.

Latar Belakang Siklon Narelle

Siklon tropis Narelle terbentuk pada pertengahan Maret 2024 di kawasan tropis selatan, kemudian bergerak ke arah barat laut. Pada tahap intensifikasi, Narelle mencapai kategori tiga pada skala intensitas siklon, dengan kecepatan angin maksimum mencapai 150 km/jam. Dampaknya telah dirasakan di Australia, di mana langit berwarna merah kemerahan disebabkan oleh aerosol dan partikel debu yang diangkat oleh sistem badai.

Potensi Dampak di DIY

Model prediksi Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menunjukkan bahwa awan hujan yang terbawa Narelle dapat menuruni daratan Indonesia pada akhir pekan ini. Beberapa skenario yang dipertimbangkan meliputi:

  • Curah hujan intensif hingga 150 mm dalam 24 jam di wilayah selatan dan barat Yogyakarta.
  • Angin kencang dengan kecepatan mencapai 80 km/jam, berpotensi merusak atap dan menumbukkan pohon.
  • Peningkatan risiko banjir bandang di daerah aliran sungai (DAS) yang sempit.
  • Landslide pada daerah perbukitan, terutama di Kabupaten Kulon Progo dan Sleman.

Langkah Pemerintah Daerah dan Masyarakat

Untuk meminimalisir kerugian, pemerintah DIY telah menyiapkan beberapa tindakan preventif:

  1. Tim SAR dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) siap dikerahkan 24 jam.
  2. Pemasangan papan peringatan di daerah rawan banjir dan longsor.
  3. Distribusi pompa air portabel bagi warga yang terancam terendam.
  4. Penyuluhan melalui media lokal dan media sosial tentang prosedur evakuasi.
  5. Peningkatan monitoring di stasiun curah hujan dan sensor angin.

Warga diimbau untuk:

  • Mengamati perkembangan cuaca melalui kanal resmi BMKG dan pemerintah daerah.
  • Menjaga barang berharga di tempat tinggi dan mengamankan jendela serta pintu.
  • Menghindari perjalanan ke daerah rawan banjir pada jam-jam puncak hujan.
  • Menyiapkan tas darurat berisi senter, radio baterai, makanan tahan lama, dan obat-obatan penting.

Fenomena Langit Merah di Australia

Di Australia, Narelle menyebabkan langit berwarna merah pada sore hari. Warna ini muncul karena partikel debu dan asap yang terbawa oleh angin kencang, menciptakan efek optik yang dramatis. Meskipun fenomena tersebut terjadi jauh dari perairan Indonesia, hal ini menjadi indikator kuat bahwa sistem badai masih aktif dan dapat membawa kelembapan serta energi yang cukup untuk memicu hujan lebat di wilayah timur nusantara.

Proyeksi Ke Depan

BMKG memperkirakan bahwa setelah melewati wilayah DIY, sistem Narelle akan bergerak menuju Laut Timor dan berpotensi memengaruhi Provinsi Nusa Tenggara Timur dan Maluku pada pertengahan minggu depan. Oleh karena itu, kesiapsiagaan tidak hanya menjadi tanggung jawab DIY, melainkan juga provinsi-provinsi tetangga.

Dengan koordinasi yang baik antara pemerintah, lembaga penanggulangan bencana, dan masyarakat, dampak potensial Narelle dapat diminimalisir. Tetap waspada, ikuti instruksi resmi, dan persiapkan diri sebaik mungkin untuk menghadapi cuaca ekstrem yang diproyeksikan hingga akhir Maret.