Ditjenpas NTT Gelar Panen Raya Jagung di Kebun Lapas untuk Tingkatkan Ketahanan Pangan
Ditjenpas NTT Gelar Panen Raya Jagung di Kebun Lapas untuk Tingkatkan Ketahanan Pangan

Ditjenpas NTT Gelar Panen Raya Jagung di Kebun Lapas untuk Tingkatkan Ketahanan Pangan

LintasWarganet.com – 23 Mei 2026 | Direktorat Jenderal Pemasyarakatan (Ditjenpas) wilayah Nusa Tenggara Timur mengadakan acara panen raya jagung di kebun Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) yang terletak di daerah Kabupaten Nagekeo. Acara yang dilaksanakan pada Jumat, 17 Mei 2024 ini dihadiri oleh pejabat setempat, petugas lembaga, serta para narapidana yang terlibat dalam program pertanian.

Program kebun jagung ini merupakan bagian dari upaya pemerintah daerah untuk memanfaatkan lahan eksklusif Lapas dalam mendukung ketahanan pangan regional. Selama tiga bulan terakhir, lebih dari 500 hektar lahan telah dipersiapkan, menanam tiga varietas jagung unggul yang tahan terhadap iklim kering NTT. Hingga hari panen, total produksi mencapai sekitar 18.000 kilogram jagung, yang sebagian besar akan disalurkan ke program bantuan sosial dan dapur umum.

“Kebun Lapas bukan hanya menjadi sarana rehabilitasi narapidana, tetapi juga kontribusi nyata bagi ketahanan pangan di provinsi kami,” ujar Kepala Kantor Wilayah Ditjenpas NTT, Irwan Hidayat, dalam sambutan pembukaan. “Kami berharap model ini dapat direplikasi di Lapas lain di seluruh Indonesia,” tambahnya.

Para narapidana yang terlibat dalam kegiatan menanam dan memanen jagung mendapatkan pelatihan pertanian modern, termasuk teknik irigasi tetes, penggunaan pupuk organik, dan pengendalian hama secara biologis. Program ini diharapkan dapat meningkatkan keterampilan kerja mereka sehingga lebih mudah berintegrasi kembali ke masyarakat setelah masa hukuman selesai.

Berikut adalah data singkat hasil panen:

  • Total luas lahan: 520.000 m2
  • Varietas jagung yang ditanam: Sinar Surya, Bima, dan Gajah Mada
  • Produktivitas rata-rata: 34,6 kg/are
  • Jumlah narapidana yang terlibat: 124 orang

Pendapatan yang dihasilkan dari penjualan jagung dipergunakan untuk memperbaiki fasilitas Lapas, membeli peralatan pertanian, serta mendukung program pelatihan lanjutan bagi narapidana. Pemerintah Provinsi NTT berencana memperluas program ke komoditas lain seperti sayuran hijau dan buah-buahan, guna menciptakan ekosistem pertanian yang berkelanjutan di dalam Lapas.

Keberhasilan panen raya ini menegaskan pentingnya sinergi antara lembaga pemasyarakatan, pemerintah daerah, dan masyarakat dalam mengatasi tantangan ketahanan pangan, sekaligus memberikan peluang rehabilitasi yang produktif bagi para narapidana.