Disambut Prosesi Militer, 2 Jenazah Prajurit TNI yang Gugur di Lebanon Tiba di Bandara Adi Sucipto
Disambut Prosesi Militer, 2 Jenazah Prajurit TNI yang Gugur di Lebanon Tiba di Bandara Adi Sucipto

Disambut Prosesi Militer, 2 Jenazah Prajurit TNI yang Gugur di Lebanon Tiba di Bandara Adi Sucipto

LintasWarganet.com – 04 April 2026 | Dua jenazah prajurit TNI yang gugur dalam operasi penjagaan perdamaian di Lebanon tiba di Bandara Internasional Adi Sucipto, Yogyakarta, pada malam Sabtu 4 April 2026. Kedatangan mereka disambut dengan prosesi militer yang melibatkan pasukan keamanan, personel militer, serta perwakilan pemerintah daerah.

Prajurit yang dimakamkan merupakan anggota Pasukan Garuda, satuan TNI Angkatan Darat yang berpartisipasi dalam misi United Nations Interim Force Lebanon (UNIFIL). Kedua prajurit tewas akibat serangan roket yang melanda pos penjagaan mereka pada tanggal 28 Maret 2026. Kejadian itu menambah daftar korban TNI dalam misi perdamaian di luar negeri.

Setibanya pesawat transportasi militer di landasan, petugas bandara bersama aparat keamanan melakukan prosedur penerimaan jenazah secara resmi. Prosesi dimulai dengan pengibaran bendera merah-putih, diikuti oleh penghormatan senjata dan langkah-langkah militer tradisional.

Beberapa pejabat yang hadir antara lain:

  • Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta, yang menyampaikan rasa duka mendalam dan mengapresiasi pengorbanan prajurit.
  • Komandan Daerah Militer (Kodam) III/Siliwangi, yang memimpin upacara penghormatan senjata.
  • Perwakilan Kementerian Pertahanan, yang menegaskan komitmen Indonesia dalam misi perdamaian internasional.

Setelah prosesi, jenazah akan dibawa ke rumah duka militer di Yogyakarta sebelum dimakamkan di Taman Makam Pahlawan secara resmi. Keluarga almarhum dijanjikan dukungan penuh, baik secara moral maupun material, oleh pemerintah dan institusi terkait.

Kejadian ini menimbulkan keprihatinan luas di kalangan masyarakat Indonesia. Banyak yang menilai pentingnya penghargaan terhadap prajurit yang berbakti di luar negeri, serta mengingatkan akan risiko tinggi yang dihadapi dalam operasi perdamaian multinasional.

Dalam kesempatan yang sama, Kementerian Pertahanan menegaskan bahwa TNI akan terus berkomitmen mendukung misi UNIFIL, sekaligus meningkatkan protokol keamanan untuk mengurangi risiko serangan di zona operasi.