Dirut Bulog Desak Jajaran Daerah Gelar Operasi Pasar MinyaKita Cepat Atasi Kekurangan Stok
Dirut Bulog Desak Jajaran Daerah Gelar Operasi Pasar MinyaKita Cepat Atasi Kekurangan Stok

Dirut Bulog Desak Jajaran Daerah Gelar Operasi Pasar MinyaKita Cepat Atasi Kekurangan Stok

LintasWarganet.com – 14 April 2026 | Direktur Utama Perum Bulog, Ahmad Rizal Ramdhani, menegaskan perlunya percepatan pelaksanaan Operasi Pasar MinyaKita di seluruh wilayah kerja Bulog. Dalam pertemuan internal yang digelar pekan ini, ia menekankan bahwa operasi pasar tersebut menjadi kunci untuk menstabilkan ketersediaan dan harga bahan pokok, khususnya beras, pada tingkat konsumen.

Berikut poin-poin utama yang disampaikan oleh Dirut Bulog kepada jajaran di daerah:

  • Segera mengidentifikasi wilayah dengan kekurangan stok dan mengatur distribusi stok strategis Bulog ke pasar setempat.
  • Koordinasi intensif dengan Dinas Perhubungan dan Kepolisian untuk mengatasi hambatan distribusi di titik-titik kritis.
  • Mengoptimalkan penggunaan platform digital Bulog untuk monitoring real‑time ketersediaan beras di pasar.
  • Mengadakan sosialisasi kepada pedagang pasar tentang mekanisme Operasi Pasar MinyaKita serta manfaatnya bagi konsumen.
  • Melaporkan hasil pelaksanaan secara periodik kepada kantor pusat Bulog untuk evaluasi dan penyesuaian kebijakan.

Rizal menambahkan bahwa keberhasilan program ini sangat bergantung pada kerjasama lintas sektoral antara pemerintah daerah, lembaga keuangan, serta pelaku pasar. Ia berharap semua pihak dapat melaksanakan langkah‑langkah tersebut secara terkoordinasi, sehingga stabilitas harga pangan dapat terjaga menjelang musim panen berikutnya.

Operasi Pasar MinyaKita diproyeksikan dapat menurunkan selisih harga beras antara pasar tradisional dan modern sebesar 5–7 persen dalam tiga bulan pertama pelaksanaan. Bulog juga menyiapkan anggaran tambahan untuk memperkuat armada pengangkutan serta memperluas jaringan penyimpanan di titik‑titik strategis.

Dengan langkah cepat dan terukur, diharapkan konsumen tidak lagi merasakan lonjakan harga yang berpotensi menekan daya beli, sekaligus memperkuat posisi Bulog sebagai penjamin ketahanan pangan nasional.