Detik-Detik Mencekam Sebelum KRL Temper Taksi Green SM, Sopir Keluar dari Jendela

LintasWarganet.com – 08 Mei 2026 | Pada sore hari di kawasan Bekasi Timur, sebuah kecelakaan yang melibatkan kereta listrik komuter (KRL) dan taksi listrik Green SM terekam jelas dalam ingatan sang sopir taksi. Insiden tersebut memicu momen menegangkan sebelum kendaraan kereta melaju menabrak taksi yang tiba‑tiba berhenti di lintasan rel.

Berikut rangkaian peristiwa yang terjadi:

  1. Sopir taksi Green SM melaporkan bahwa mesin kendaraan tiba‑tiba mati ketika ia sedang melaju di jalur yang berdekatan dengan rel KRL.
  2. Setelah mesin padam, taksi tidak dapat bergerak dan terpaksa berhenti di tengah jalan.
  3. Ketika KRL mendekat dengan kecepatan normal, sopir taksi berusaha mencari cara keluar dari bahaya. Ia membuka pintu jendela dan melompat ke luar, berhasil menghindari benturan langsung.
  4. KRL yang tidak dapat menghentikan laju secara mendadak tetap melaju, menabrak bagian belakang taksi yang sudah berhenti.
  5. Akibat benturan, bagian depan taksi rusak parah, sementara KRL mengalami kerusakan ringan pada pintu gerbong.

Polisi lalu lintas setempat melakukan penyelidikan dan mengidentifikasi beberapa faktor penyebab utama:

  • Kegagalan mesin taksi listrik yang belum terdiagnosa sebelumnya.
  • Kurangnya ruang aman di jalur perkotaan yang memungkinkan kendaraan berhenti di dekat rel kereta.
  • Ketidaksiapan sopir KRL untuk mengantisipasi kendaraan yang tiba‑tiba terhenti di lintasan rel.

Petugas menekankan pentingnya inspeksi rutin kendaraan listrik, terutama yang beroperasi di daerah dengan jaringan kereta api. Mereka juga mengimbau pengendara untuk selalu menghindari parkir atau berhenti di jalur yang berdekatan dengan rel, demi mengurangi risiko tabrakan.

Hingga saat ini, tidak ada korban jiwa yang dilaporkan. Namun, kerusakan pada taksi mengakibatkan kerugian material yang signifikan, dan layanan KRL sempat terganggu selama kurang lebih 30 menit untuk membersihkan sisa-sisa kecelakaan dan memeriksa kondisi gerbong.

Insiden ini menjadi peringatan bagi otoritas transportasi untuk meninjau kembali kebijakan penempatan kendaraan umum di area yang berdekatan dengan jalur kereta, serta meningkatkan koordinasi antara pengelola KRL dan operator taksi listrik.