Delapan Perjalanan Kereta Api dari Jakarta Dibatalkan Pasca Insiden di Bekasi
Delapan Perjalanan Kereta Api dari Jakarta Dibatalkan Pasca Insiden di Bekasi

Delapan Perjalanan Kereta Api dari Jakarta Dibatalkan Pasca Insiden di Bekasi

LintasWarganet.com – 29 April 2026 | PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daerah Operasi 1 Jakarta (Daop 1) menghentikan delapan layanan kereta api yang berangkat dari Stasiun Gambir dan Pasar Senen setelah sebuah insiden terjadi di wilayah Bekasi pada sore hari, Rabu (28/04/2026). Insiden tersebut melibatkan benturan antara sebuah kereta barang dan gerobak yang menyebabkan gangguan pada jalur utama, memaksa petugas mengamankan area dan melakukan investigasi.

Akibat penutupan sementara lintasan, Daop 1 mengumumkan pembatalan layanan berikut:

  • KA Argo Parahyangan – berangkat 07:00 WIB
  • KA Gajayana – berangkat 08:30 WIB
  • KA Gumarang – berangkat 09:45 WIB
  • KA Taksaka – berangkat 11:15 WIB
  • KA Ciremai – berangkat 12:30 WIB
  • KA Jayakarta – berangkat 13:45 WIB
  • KA Serayu – berangkat 15:00 WIB
  • KA Kertajaya – berangkat 16:30 WIB

Penumpang yang sudah memiliki tiket pada jadwal yang dibatalkan diminta mendatangi loket tiket atau menghubungi layanan call center PT KAI untuk mendapatkan pengembalian dana atau penukaran tiket pada jadwal alternatif. Sebagai alternatif, PT KAI menyediakan layanan kereta pengganti berupa kereta komuter KRL dan bus shuttle khusus yang beroperasi di rute yang terdampak.

Pihak manajemen Daop 1 juga menyampaikan bahwa pemulihan jalur diperkirakan memakan waktu sekitar tiga hingga empat jam, tergantung pada hasil pemeriksaan teknis. Seluruh jalur akan dibuka kembali setelah memastikan tidak ada kerusakan pada rel maupun sinyal.

Insiden ini menambah beban bagi para komuter yang biasanya mengandalkan kereta api untuk bepergian antara Jakarta dan kota‑kota di Jawa Barat. Menurut data internal PT KAI, rata‑rata 5.000 penumpang per hari menggunakan layanan antar‑kota dari Stasiun Gambir dan Pasar Senen, sehingga pembatalan ini berpotensi menimbulkan kemacetan di jalur transportasi lain.

PT KAI berjanji akan meningkatkan koordinasi dengan otoritas daerah serta meninjau prosedur keamanan di area perlintasan jalur untuk mencegah kejadian serupa di masa mendatang.