Debit Sungai Ciliwung di Bendung Katulampa Naik ke Status Siaga 3

LintasWarganet.com – 17 April 2026 | Pada malam Kamis, 15 April 2026, debit air Sungai Ciliwung di Bendung Katulampa, Kota Bogor, Jawa Barat, melambung hingga memasuki status Siaga 3. Ketinggian muka air tercatat mencapai 2,85 meter di atas nol (m AN), melampaui ambang batas yang ditetapkan untuk status darurat tertinggi.

Lonjakan debit ini dipicu oleh curah hujan intensif yang melanda wilayah Jabodetabek selama 24 jam terakhir, ditambah dengan aliran air dari daerah tangkapan hujan di sekitar Bogor. Kombinasi tersebut meningkatkan volume air yang mengalir ke bendungan, sehingga tekanan pada struktur bendung dan daerah sekitarnya meningkat secara signifikan.

Pihak Dinas Banjir dan Penanggulangan Bencana Kabupaten Bogor bersama Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) segera mengaktifkan prosedur tanggap darurat. Tim penyelamatan ditempatkan di titik-titik rawan banjir, sementara relawan dikerahkan untuk membantu evakuasi warga yang berada di kawasan pinggir sungai.

Berikut langkah‑langkah yang telah diambil oleh otoritas setempat:

  • Mengumumkan status Siaga 3 melalui Sirine dan media sosial resmi.
  • Menyiapkan posko evakuasi di daerah Bantarjati, Cibinong, dan Cipanas.
  • Mengaktifkan pompa air darurat di tiga titik strategis untuk mengurangi tekanan pada bendungan.
  • Memberikan peringatan kepada pengendara tentang potensi penutupan jalan lintas sungai.
  • Menginstruksikan warga untuk menyiapkan perlengkapan darurat dan memindahkan barang berharga ke tempat yang lebih tinggi.

Untuk memberi gambaran jelas tentang batasan status siaga, tabel di bawah ini menyajikan ketinggian muka air dan tindakan yang terkait:

Status Ketinggian Muka Air (m AN) Tindakan
Siaga 1 1,50 – 1,99 Monitoring intensif, persiapan evakuasi ringan
Siaga 2 2,00 – 2,49 Evakuasi sukarela, penempatan pompa darurat
Siaga 3 >= 2,50 Evakuasi wajib, penutupan akses jalan, operasi pompa maksimal

Warga diimbau untuk tetap mengikuti informasi resmi melalui kanal pemerintah daerah dan tidak menyebarkan rumor yang dapat menimbulkan kepanikan. Jika terjadi peningkatan air yang mengancam tempat tinggal, segera laporkan kepada petugas posko terdekat.

Keadaan akan terus dipantau selama 48 jam ke depan. Dinas Banjir dan Penanggulangan Bencana berkomitmen untuk menurunkan debit air melalui koordinasi dengan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) serta pengelolaan sumber daya air daerah.