Bus Jamaah Umrah di Madinah Terbakar, Kemenhaj Tuntut Kompensasi
Bus Jamaah Umrah di Madinah Terbakar, Kemenhaj Tuntut Kompensasi

Bus Jamaah Umrah di Madinah Terbakar, Kemenhaj Tuntut Kompensasi

LintasWarganet.com28 Maret 2026 | Beberapa waktu lalu, sebuah bus yang mengangkut jamaah umrah asal Indonesia terbakar di kota Madinah, Arab Saudi. Bus tersebut sedang melintasi rute transportasi resmi ketika api tiba-tiba muncul di bagian mesin, memaksa sopir menghentikan kendaraan dan penumpang dievakuasi secara darurat.

Tim pemadam kebakaran setempat berhasil memadamkan api dalam waktu singkat, sehingga tidak ada korban jiwa. Namun, sejumlah jamaah mengalami luka ringan akibat kepanikan dan paparan asap. Semua penumpang kemudian dibawa ke rumah sakit terdekat untuk pemeriksaan lebih lanjut.

Kantor Urusan Haji Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) menyampaikan keprihatinannya atas kejadian ini dan menegaskan bahwa pihak berwenang harus memberikan kompensasi yang layak kepada para korban. Dalam pernyataan resminya, Kemenhaj menuntut agar pihak yang bertanggung jawab atas pengelolaan transportasi melakukan hal‑hal berikut:

  • Mengganti seluruh biaya pengobatan dan perawatan medis yang timbul akibat insiden.
  • Memberikan santunan kepada jamaah yang mengalami kerugian material, seperti kehilangan barang pribadi.
  • Mengembalikan biaya perjalanan atau menyediakan alternatif transportasi yang aman bagi jamaah yang terdampak.
  • Menyelenggarakan investigasi menyeluruh untuk mengidentifikasi penyebab kebakaran dan menindak tegas pihak yang terbukti lalai.

Kemenhaj juga menekankan pentingnya peningkatan standar keamanan pada armada transportasi haji dan umrah, termasuk inspeksi berkala, pelatihan sopir, serta pemasangan sistem deteksi kebakaran yang memadai.

Pihak Kedutaan Besar Republik Indonesia di Arab Saudi telah berkoordinasi dengan otoritas setempat untuk memastikan proses pemulihan berjalan lancar dan hak jamaah terpenuhi. Sementara itu, Kemenhaj mengimbau para calon jamaah untuk selalu memeriksa keabsahan agen travel serta memastikan bahwa kendaraan yang digunakan telah memenuhi standar keselamatan internasional.