BRIN Ungkap Mi Lethek Yogyakarta Jadi Pangan Alternatif Karbohidrat Sehat

LintasWarganet.com – 16 April 2026 | Pusat Riset Teknologi dan Proses Pangan (PRTPP) di bawah naungan Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) baru-baru ini mengumumkan temuan penting mengenai mi lethek khas Yogyakarta. Penelitian menunjukkan bahwa mi berbahan dasar tepung singkong (lethek) memiliki potensi menjadi alternatif karbohidrat sehat yang dapat melengkapi atau menggantikan nasi dan mi berbahan gandum.

Analisis laboratorium mengungkapkan bahwa mi lethek mengandung serat pangan tinggi, indeks glikemik rendah, serta bebas gluten. Kandungan serat tersebut dapat membantu mengontrol kadar gula darah, meningkatkan rasa kenyang, dan mendukung kesehatan pencernaan. Selain itu, proses produksi mi lethek menggunakan bahan baku lokal yang melimpah, sehingga dapat mengurangi ketergantungan pada impor dan menurunkan jejak karbon produksi pangan.

Berikut beberapa keunggulan mi lethek yang diidentifikasi oleh tim riset:

  • Rendah glikemik: Memungkinkan penderita diabetes mengonsumsi karbohidrat tanpa lonjakan gula darah yang signifikan.
  • Tinggi serat: Meningkatkan fungsi usus dan membantu menurunkan kolesterol.
  • Tanpa gluten: Cocok untuk konsumen dengan sensitivitas atau penyakit celiac.
  • Sumber energi berkelanjutan: Menggunakan singkong lokal yang mudah ditanam di berbagai daerah Indonesia.
  • Potensi ekonomi lokal: Membuka peluang usaha bagi petani singkong dan produsen makanan tradisional.

BRIN menekankan bahwa pengembangan mi lethek masih berada pada tahap uji coba skala laboratorium. Selanjutnya, tim akan melakukan uji coba lapangan, mengoptimalkan proses produksi, dan bekerja sama dengan industri makanan untuk komersialisasi produk. Diharapkan dalam beberapa tahun ke depan, mi lethek dapat tersedia secara luas di pasar ritel dan menjadi pilihan sehat bagi konsumen.

Keberhasilan riset ini tidak hanya memperkaya diversifikasi pangan nasional, tetapi juga mendukung agenda ketahanan pangan dan kesehatan masyarakat. Pemerintah dan lembaga terkait diundang untuk memperkuat dukungan terhadap inovasi pangan berbasis sumber daya lokal.