BPVP siapkan latihan kerja kelistrikan untuk korban bencana Aceh
BPVP siapkan latihan kerja kelistrikan untuk korban bencana Aceh

BPVP siapkan latihan kerja kelistrikan untuk korban bencana Aceh

LintasWarganet.com – 12 Juni 2026 | Kementerian Ketenagakerjaan melalui Balai Pelatihan Vokasi dan Produktivitas (BPVP) di Banda Aceh meluncurkan program pelatihan kerja bidang kelistrikan yang ditujukan khusus bagi korban bencana alam di wilayah Aceh.

Program ini dirancang untuk memberikan keterampilan teknis yang dapat langsung diterapkan di pasar kerja, sekaligus membantu pemulihan ekonomi keluarga yang terdampak. Pelatihan dijadwalkan berlangsung selama tiga bulan, dimulai pada pertengahan September hingga akhir November 2024.

Berikut adalah komponen utama dari program tersebut:

  • Materi teknis: Instalasi listrik rumah tangga, perbaikan jaringan listrik, serta keselamatan kerja pada proyek kelistrikan.
  • Praktik lapangan: Simulasi pemasangan instalasi di rumah korban bencana serta proyek kecil di komunitas.
  • Sertifikasi: Peserta yang menyelesaikan pelatihan akan mendapatkan sertifikat kompetensi yang diakui secara nasional.

Target peserta adalah 150 warga korban bencana yang terdaftar melalui LSM mitra, antara lain LSM XYZ dan Yayasan ABC, yang telah melakukan pendataan kebutuhan pelatihan. Setiap peserta akan menerima modul pembelajaran, peralatan kerja dasar, serta dukungan pendampingan selama masa pelatihan.

Pembiayaan program bersumber dari anggaran Kementerian Ketenagakerjaan dan kontribusi sponsor lokal. Selain meningkatkan kemampuan teknis, BPVP berharap program ini dapat membuka peluang kerja di sektor listrik, baik sebagai tenaga kerja mandiri maupun sebagai karyawan pada perusahaan kontraktor.

Direktur BPVP Banda Aceh, Dr. Ahmad Faisal, menyatakan, “Kami berkomitmen untuk menjadikan pelatihan ini sebagai jembatan bagi korban bencana agar dapat kembali mandiri secara ekonomi dan berkontribusi pada pembangunan kembali wilayah Aceh.”

Keberhasilan program akan dievaluasi melalui indikator penyerapan kerja, tingkat kelulusan, dan kepuasan peserta. Hasil evaluasi akan menjadi acuan untuk memperluas program serupa ke provinsi lain yang pernah mengalami bencana.