Board of Peace Mandek, Saldo di Rekeningnya Nol
Board of Peace Mandek, Saldo di Rekeningnya Nol

Board of Peace Mandek, Saldo di Rekeningnya Nol

LintasWarganet.com – 28 Mei 2026 | Menurut laporan Financial Times pada Rabu, Dewan Perdamaian Presiden (Board of Peace) yang dibentuk oleh mantan Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, saat ini tidak memiliki dana tunai sama sekali. Meskipun pada awal pembentukan Dewan tersebut dijanjikan kontribusi sebesar beberapa miliar dolar dari negara‑negara anggota, catatan keuangan resmi menunjukkan saldo rekeningnya nol.

Beberapa faktor yang menyebabkan kondisi keuangan ini antara lain:

  • Penundaan pencairan dana yang dijanjikan oleh negara‑negara donor karena proses birokrasi dan persetujuan internal masing‑masing.
  • Kurangnya transparansi dalam mekanisme pengumpulan dana, sehingga sebagian besar janji belum terwujud dalam bentuk transfer aktual.
  • Kegagalan Dewan dalam menegosiasikan kontrak atau perjanjian pendanaan yang mengikat.

Situasi ini menimbulkan pertanyaan serius tentang efektivitas dan kelangsungan operasi Dewan Perdamaian. Tanpa sumber dana yang memadai, kemampuan Dewan untuk melaksanakan program mediasi, bantuan kemanusiaan, atau inisiatif diplomatik lainnya menjadi sangat terbatas.

Para pengamat menilai bahwa ketidakjelasan status keuangan dapat memperlemah kredibilitas Dewan di mata komunitas internasional. Selain itu, ketergantungan pada janji yang belum direalisasikan berisiko menimbulkan keraguan atas komitmen politik negara‑negara donor.

Untuk mengatasi masalah ini, beberapa langkah yang disarankan antara lain:

  1. Mengadakan audit independen terhadap semua janji pendanaan yang telah diberikan.
  2. Mengaktifkan kembali proses pengumpulan dana dengan menetapkan tenggat waktu yang jelas bagi setiap negara anggota.
  3. Meningkatkan transparansi dengan mempublikasikan laporan keuangan secara berkala kepada publik.

Jika langkah‑langkah tersebut tidak diambil, kemungkinan besar Dewan Perdamaian akan tetap tidak beroperasi dan dapat dibubarkan oleh otoritas terkait. Hal ini akan menambah beban diplomasi Amerika Serikat dalam upaya mempromosikan perdamaian global.