BI Rate Naik Jadi 5,25 Persen, Ekonom Wanti-wanti Risiko Gagal Bayar Kredit Meningkat
BI Rate Naik Jadi 5,25 Persen, Ekonom Wanti-wanti Risiko Gagal Bayar Kredit Meningkat

BI Rate Naik Jadi 5,25 Persen, Ekonom Wanti-wanti Risiko Gagal Bayar Kredit Meningkat

LintasWarganet.com – 21 Mei 2026 | Bank Indonesia (BI) resmi menaikkan suku bunga acuan menjadi 5,25 persen, naik 25 basis poin dari level sebelumnya. Kenaikan ini merupakan respons terhadap tekanan inflasi yang masih berada di atas target dan kondisi pasar uang yang menegang.

Para ekonom memperingatkan bahwa kenaikan suku bunga dapat memicu peningkatan risiko gagal bayar pada kredit konsumen dan korporasi. Tingginya biaya pinjaman dapat mengurangi daya beli rumah tangga, memperlambat pertumbuhan kredit, dan meningkatkan beban hutang yang belum terlunasi.

Berikut beberapa faktor yang menjadi penyebab utama peningkatan risiko gagal bayar:

  • Inflasi yang masih berada di kisaran 5-6 persen, menurunkan kemampuan pembayaran debitur.
  • Kenaikan suku bunga acuan yang menular ke suku bunga kredit bank.
  • Ketidakpastian ekonomi global, termasuk gejolak harga komoditas dan nilai tukar.

Data Bank Indonesia menunjukkan tren penurunan pertumbuhan kredit pada kuartal pertama 2024, dengan pencairan kredit perbankan turun 3,2 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Ekonom menyarankan beberapa langkah mitigasi bagi bank dan debitur:

  1. Bank memperketat kriteria penilaian kelayakan kredit dan meningkatkan pemantauan portofolio kredit bermasalah.
  2. Debitur disarankan menyesuaikan rasio utang terhadap pendapatan (DTI) dan mempercepat pelunasan kredit yang berbunga tinggi.
  3. Pemerintah memperkuat kebijakan stimulus bagi sektor riil yang paling terdampak.

Secara keseluruhan, meski kenaikan suku bunga dianggap perlu untuk menahan laju inflasi, para pengamat menekankan pentingnya kewaspadaan dalam mengelola risiko kredit guna menghindari gelombang gagal bayar yang dapat memperparah kondisi ekonomi nasional.