BGN Kembali Tangguhkan Operasional Ratusan SPPG di Jawa dan Timur RI
BGN Kembali Tangguhkan Operasional Ratusan SPPG di Jawa dan Timur RI

BGN Kembali Tangguhkan Operasional Ratusan SPPG di Jawa dan Timur RI

LintasWarganet.com – 11 April 2026 | Badan Gizi Nasional (BGN) kembali menangguhkan atau menghentikan sementara operasional ratusan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang berada di wilayah Jawa serta kawasan timur Indonesia. Penangguhan ini merupakan tindak lanjut dari evaluasi internal BGN yang menyoroti sejumlah kendala operasional dan administratif.

Berikut ini poin‑poin utama yang menjadi alasan penangguhan:

  • Kekurangan tenaga profesional: Banyak SPPG yang tidak memiliki cukup ahli gizi bersertifikat untuk memastikan kualitas layanan.
  • Masalah logistik: Distribusi bahan pangan dan suplemen gizi mengalami hambatan, khususnya di daerah terpencil.
  • Non‑kepatuhan SOP: Beberapa unit tidak memenuhi standar kebersihan, pencatatan, dan pelaporan yang diwajibkan.

Penangguhan ini diharapkan memberikan ruang bagi BGN untuk melakukan perbaikan struktural, termasuk pelatihan ulang tenaga kerja, peninjauan kembali rantai pasok, serta penyusunan kembali pedoman operasional yang lebih realistis.

Reaksi dari pihak terkait beragam. Pemerintah daerah di Jawa Barat dan Nusa Tenggara Timur menyatakan kesiapan mendukung upaya perbaikan, sementara organisasi masyarakat sipil menekankan pentingnya menjaga kelangsungan layanan gizi bagi anak-anak yang sangat membutuhkan.

BGN menegaskan bahwa penangguhan bersifat temporer dan tidak akan mempengaruhi program gizi nasional secara keseluruhan. Fokus utama tetap pada peningkatan kualitas layanan dan pencapaian target gizi anak yang telah ditetapkan dalam Rencana Aksi Gizi Nasional 2025.

Untuk sementara, BGN akan mengaktifkan unit layanan darurat di wilayah‑wilayah yang paling terdampak, memastikan bahwa anak‑anak yang berada pada risiko gizi buruk tetap mendapatkan intervensi penting.