Bertambah Jadi 5 Orang, Calon Manajer Kopdes Merah Putih di Kalimantan Meninggal Dunia saat Latsarmil
Bertambah Jadi 5 Orang, Calon Manajer Kopdes Merah Putih di Kalimantan Meninggal Dunia saat Latsarmil

Bertambah Jadi 5 Orang, Calon Manajer Kopdes Merah Putih di Kalimantan Meninggal Dunia saat Latsarmil

LintasWarganet.com – 27 Juni 2026 | Pada pekan ini, jumlah korban meninggal dalam pelaksanaan Latihan Militer (Latsarmil) di Kalimantan meningkat menjadi lima orang. Semua korban merupakan calon manajer Kopdes Merah Putih, sebuah perusahaan distribusi produk pertanian yang tengah memperluas jaringan operasional di wilayah tersebut.

Insiden terjadi ketika para peserta sedang menjalani sesi latihan fisik berat di sebuah lapangan militer dekat kota Bontang. Menurut saksi mata, kondisi cuaca pada hari itu sangat panas dan lembap, sehingga menambah beban fisik para peserta. Salah satu peserta dilaporkan mengalami kejang jantung dan tidak dapat diselamatkan meskipun tim medis segera tiba.

Berikut adalah kronologi singkat kejadian:

  • 08.00 WIB – Peserta Latsarmil berkumpul dan memulai pemanasan.
  • 09.30 WIB – Dilaporkan adanya peserta yang mengalami kelelahan ekstrem.
  • 10.15 WIB – Salah satu calon manajer jatuh pingsan dan tim medis dipanggil.
  • 10.30 WIB – Upaya resusitasi dilakukan, namun korban dinyatakan meninggal dunia.
  • 11.00 WIB – Dua korban tambahan ditemukan setelah pemeriksaan lanjutan.

Pihak militer setempat menyatakan bahwa mereka telah meninjau prosedur keselamatan dan memastikan bahwa semua peralatan medis berada dalam kondisi siap pakai. Namun, mereka juga mengakui bahwa faktor cuaca dan intensitas latihan mungkin berkontribusi pada terjadinya kematian.

Kepala Divisi Sumber Daya Manusia Kopdes Merah Putih, Budi Santoso, menyampaikan rasa duka yang mendalam kepada keluarga korban. Ia menambahkan bahwa perusahaan akan memberikan bantuan penuh kepada ahli waris, termasuk santunan dan dukungan psikologis.

Serikat Pekerja Indonesia (SPI) menuntut adanya investigasi independen untuk mengungkap penyebab pasti kematian dan memastikan bahwa standar keselamatan kerja tidak dilanggar. Mereka juga meminta agar perusahaan tidak lagi menugaskan calon manajer untuk mengikuti latihan militer yang berisiko tinggi.

Kasus ini menimbulkan keprihatinan publik tentang praktik penempatan karyawan dalam kegiatan militer yang tidak sepenuhnya relevan dengan tugas pekerjaan mereka. Pemerintah daerah Kalimantan Timur dijadwalkan mengadakan rapat koordinasi dengan pihak militer, perusahaan, dan organisasi pekerja pada akhir minggu ini untuk membahas langkah-langkah pencegahan di masa mendatang.