Berawal dari Konsep Siluman AS, Seberapa Canggih J-20 China hingga Sulit Dideteksi Radar?
Berawal dari Konsep Siluman AS, Seberapa Canggih J-20 China hingga Sulit Dideteksi Radar?

Berawal dari Konsep Siluman AS, Seberapa Canggih J-20 China hingga Sulit Dideteksi Radar?

LintasWarganet.com – 26 Juni 2026 | Teknologi pesawat tempur siluman pertama kali muncul dari riset Amerika Serikat, dimulai dengan program eksperimental F-117 Nighthawk pada 1970-an. Setelah itu, konsep tersebut disempurnakan pada B-2 Spirit, F-22 Raptor, dan yang terbaru F-35 Lightning II, yang menggabungkan bentuk aerodinamis, material penyerap gelombang, serta sistem avionik canggih untuk meminimalkan jejak radar.

China menanggapi perkembangan ini dengan mengembangkan pesawat siluman generasi kelima, J-20, yang pertama kali terbang pada 2011. J-20 dirancang untuk menyaingi keunggulan udara lawan serta memberikan kemampuan penetrasi pertahanan lawan yang sulit dideteksi.

  • Desain aerodinamis: Bentuk sayap delta dan badan yang mengalir mengurangi pantulan gelombang radar pada sudut tertentu.
  • Material penyerap radar (RAM): Penggunaan komposit karbon, serat kaca, serta lapisan khusus yang menyerap energi elektromagnetik.
  • Mesin dan ekzos: Dua mesin turbofan WS-10 atau WS-15 dilengkapi dengan sistem pendingin ekzos untuk mengurangi jejak inframerah.
  • Avionik dan sensor: Radar AESA generasi baru, sistem jamur (electronic warfare) dan sensor fusion yang meningkatkan situational awareness tanpa mengungkapkan posisi pesawat.
  • Pengurangan RCS: Perkiraan radar cross-section (RCS) J-20 berada di kisaran 0,1–0,5 meter persegi, jauh lebih kecil dibandingkan pesawat tempur konvensional.

Kesulitan mendeteksi J-20 tidak hanya berasal dari bentuk fisik, melainkan juga dari taktik operasional. Pilot dapat memanfaatkan medan udara rendah, manuver mendadak, serta jaringan komunikasi data-link yang terenkripsi, sehingga menambah kompleksitas bagi sistem pertahanan radar tradisional.

Perbandingan dengan pesawat siluman Amerika menunjukkan bahwa J-20 masih berada di jalur pengembangan yang berbeda. Sementara F-22 dan F-35 menekankan stealth pada semua spektrum (radar, inframerah, dan elektromagnetik), J-20 lebih menitikberatkan pada kecepatan supersonik dan jangkauan tempur yang lebih luas, dengan stealth sebagai komponen penting namun belum sepenuhnya setara dengan generasi terbaru Amerika.

Keberhasilan J-20 dalam mengurangi jejak radar memberikan China keunggulan strategis, terutama dalam operasi udara jarak jauh dan penetrasi pertahanan wilayah lawan. Namun, tantangan tetap ada, termasuk kebutuhan akan mesin yang lebih andal, peningkatan kemampuan avionik, serta integrasi sistem persenjataan yang lebih modern.