Begini Hasil Penelusuran Imigrasi soal 3 Juta Data di Sistem eVisa Bocor

LintasWarganet.com – 26 April 2026 | Direktorat Jenderal Imigrasi Kementerian Hukum dan HAM menindaklanjuti dugaan kebocoran data pada sistem eVisa Indonesia yang dilaporkan mencakup sekitar tiga juta data pribadi. Pada hari Senin, Dirjen Imigrasi Hendarsam Marantoko menyampaikan hasil penelusuran awal bahwa klaim sistem eVisa diretas adalah sebuah hoaks.

Penelusuran dilakukan oleh tim khusus yang memeriksa log akses, jejak digital, dan aktivitas jaringan pada server eVisa selama dua minggu terakhir. Hasil utama yang ditemukan meliputi:

  • Tidak ada bukti masuknya perangkat atau akun tidak sah ke dalam basis data eVisa.
  • Log server menunjukkan semua permintaan berasal dari alamat IP resmi milik Direktorat Jenderal Imigrasi.
  • Data yang diklaim bocor tidak dapat ditemukan dalam backup resmi maupun arsip sistem.

Berikut rangkaian langkah yang diambil oleh Imigrasi setelah menerima laporan kebocoran:

  1. Mengaktifkan audit keamanan menyeluruh pada infrastruktur eVisa.
  2. Melakukan koordinasi dengan Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN) untuk verifikasi potensi ancaman siber.
  3. Mengirimkan surat peringatan kepada media yang menyebarkan informasi bocoran dan meminta klarifikasi publik.
  4. Menyiapkan prosedur komunikasi resmi untuk memberi penjelasan kepada publik dan pemegang visa.

Dirjen Hendarsam menegaskan bahwa data pribadi warga Indonesia maupun wisatawan asing yang tercatat dalam sistem eVisa tetap aman. Ia menambahkan bahwa penyebaran informasi kebocoran tanpa bukti dapat menimbulkan kepanikan dan merusak kepercayaan publik terhadap layanan digital pemerintah.

Meski demikian, Imigrasi berkomitmen untuk terus meningkatkan keamanan siber, termasuk memperbarui protokol enkripsi, memperkuat kontrol akses, dan melaksanakan pelatihan rutin bagi tim IT. Pemerintah juga mengingatkan masyarakat untuk tidak mempercayai berita yang belum terverifikasi dan selalu mengandalkan sumber resmi.