Asap kebakaran Jakbar berpotensi racun, Damkar turunkan robot pemadam

LintasWarganet.com – 12 Mei 2026 | Petugas Suku Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan (Gulkarmat) di Jakarta Barat baru-baru ini menurunkan robot pemadam kebakaran untuk menghadapi asap beracun yang dihasilkan oleh kebakaran di wilayah tersebut. Asap tersebut mengandung partikel halus serta senyawa kimia berbahaya yang dapat mengganggu pernapasan dan kesehatan masyarakat sekitar.

Robot yang digunakan dilengkapi dengan sensor deteksi gas beracun, kamera termal, serta sistem pemadaman air dan busa. Dengan kemampuan tersebut, robot dapat memasuki area yang terlalu berbahaya bagi petugas manusia, memantau konsentrasi gas beracun, dan secara otomatis menyemprotkan agen pemadam untuk menurunkan intensitas asap.

  • Deteksi gas: Sensor mengidentifikasi konsentrasi karbon monoksida, hidrogen sulfida, dan senyawa organik volatil.
  • Penglihatan termal: Kamera membantu menemukan sumber api dan daerah panas tertinggi.
  • Pemadaman otomatis: Sistem penyemprotan air atau busa dapat diaktifkan dari jarak jauh.
  • Mobilitas tinggi: Roda omni‑directional memungkinkan robot bergerak di medan yang tidak rata.

Penggunaan robot ini diharapkan dapat meminimalkan paparan asap beracun bagi petugas pemadam kebakaran serta mempercepat proses pemadaman. Kepala Gulkarmat, Budi Santoso, menyatakan bahwa teknologi ini menjadi langkah penting dalam meningkatkan keselamatan dan efisiensi penanggulangan kebakaran di wilayah padat penduduk seperti Jakarta Barat.

Selain meningkatkan keamanan petugas, robot pemadam juga dapat memberikan data real‑time kepada pusat komando, sehingga keputusan penanganan dapat diambil lebih cepat dan tepat. Implementasi teknologi serupa diperkirakan akan diperluas ke daerah lain yang menghadapi risiko kebakaran tinggi.