Antisipasi krisis energi, ASN Kota Malang berangkat kerja dengan bersepeda
Antisipasi krisis energi, ASN Kota Malang berangkat kerja dengan bersepeda

Antisipasi krisis energi, ASN Kota Malang berangkat kerja dengan bersepeda

LintasWarganet.com – 27 Maret 2026 | Menjelang potensi krisis energi yang diperkirakan akan memengaruhi pasokan listrik nasional, aparatur sipil negara (ASN) di Kota Malang memulai inisiatif baru dengan bersepeda ke tempat kerja. Pada Jumat, sekitar 30 pegawai di Balai Kota Malang terlihat melintasi jalanan utama menggunakan sepeda, sebagai upaya mendukung kebijakan penghematan energi dan mengurangi emisi karbon.

Inisiatif ini diprakarsai oleh Walikota Malang, yang menyatakan bahwa transportasi ramah lingkungan dapat menjadi bagian penting dalam strategi mitigasi krisis energi. Selain menurunkan konsumsi bahan bakar fosil, bersepeda juga diharapkan meningkatkan kesehatan pegawai dan mengurangi kemacetan di pusat kota.

Berikut beberapa poin utama dari program tersebut:

  • Peserta: lebih dari 30 ASN dari berbagai bidang, termasuk administrasi, kebersihan, dan keamanan.
  • Rute: jalur utama di sekitar alun‑alun Kota Malang, dengan titik kumpul di depan Gedung Balai Kota.
  • Fasilitas: penyediaan tempat parkir sepeda yang aman serta ruang ganti pakaian di gedung pemerintah.
  • Tujuan: mengurangi konsumsi energi listrik di kantor sebesar 5 % dalam enam bulan pertama.
  • Manfaat tambahan: menurunkan emisi CO₂ sekitar 1,2 ton per tahun.

Para peserta melaporkan pengalaman positif, mulai dari kebugaran fisik hingga rasa kebanggaan dapat berkontribusi pada upaya keberlanjutan kota. Pemerintah daerah berencana memperluas program ini ke instansi lain dan membuka pendaftaran bagi ASN yang ingin bergabung dalam fase berikutnya.

Langkah serupa juga telah diadopsi oleh beberapa kota lain di Indonesia, menandakan tren meningkatnya penggunaan transportasi non‑motor dalam sektor publik. Dengan mengintegrasikan kebijakan energi nasional dan inisiatif lokal, diharapkan Kota Malang dapat menjadi contoh bagi daerah lain dalam menghadapi tantangan energi di masa depan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *