Aceh Tengah kembali dilanda banjir, dua jembatan darurat ambruk
Aceh Tengah kembali dilanda banjir, dua jembatan darurat ambruk

Aceh Tengah kembali dilanda banjir, dua jembatan darurat ambruk

LintasWarganet.com – 06 April 2026 | Badan Penanggulangan Bencana Aceh (BPBA) kembali mengonfirmasi bahwa Kabupaten Aceh Tengah dilanda banjir bandang sejak pagi hari tadi, setelah intensitas hujan lebat berkelanjutan selama tiga hari terakhir. Air meluap dari beberapa sungai kecil, menggenangi jalan utama, lahan pertanian, serta pemukiman di sejumlah desa.

Situasi menjadi semakin kritis ketika dua jembatan darurat yang dibangun oleh pemerintah daerah pada bulan Januari 2024 runtuh akibat aliran air yang deras. Kedua jembatan tersebut, yang terletak di Desa Baktiraja dan Desa Lembah Sari, sebelumnya berfungsi sebagai sarana transportasi sementara setelah jembatan utama hancur pada banjir sebelumnya.

  • Jembatan Darurat Baktiraja: Panjang 30 meter, lebar 4 meter; runtuh pada pukul 09.45 WIB.
  • Jembatan Darurat Lembah Sari: Panjang 25 meter, lebar 3,5 meter; runtuh pada pukul 10.10 WIB.

Kejadian ini menghambat proses evakuasi dan distribusi bantuan, sehingga tim SAR harus mencari jalur alternatif. Tim SAR dari BPBA, TNI, Polri, serta relawan masyarakat setempat telah melakukan operasi penyelamatan dengan menggunakan perahu karet dan helikopter. Hingga saat ini, belum ada laporan korban jiwa, namun beberapa orang mengalami luka ringan karena terjatuh saat menyeberangi arus deras.

Pemerintah Provinsi Aceh melalui Bupati Aceh Tengah, Dr. H. Syarifuddin, menegaskan bahwa bantuan darurat berupa beras, air bersih, dan perlengkapan medis sudah dikirim ke posko. Selain itu, pemerintah daerah berjanji akan mempercepat pembangunan kembali jembatan permanen dan memperkuat struktur jembatan darurat dengan material yang lebih tahan terhadap banjir.

BPBA juga mengimbau warga untuk tetap waspada, menghindari area rawan banjir, dan segera melaporkan kondisi darurat melalui nomor hotline 119. Upaya mitigasi jangka panjang, termasuk pembuatan tanggul, normalisasi sungai, dan penanaman pohon bakau di daerah pesisir, sedang direncanakan bersama dengan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan.