80 Persen Tentara Israel yang Tinggalkan Dinas Militer Alami Gangguan Jiwa
80 Persen Tentara Israel yang Tinggalkan Dinas Militer Alami Gangguan Jiwa

80 Persen Tentara Israel yang Tinggalkan Dinas Militer Alami Gangguan Jiwa

LintasWarganet.com – 19 Mei 2026 | Baru-baru ini sebuah studi mengungkapkan bahwa mayoritas besar prajurit Israel yang mengakhiri karier militer mereka mengalami masalah kesehatan mental. Data menunjukkan bahwa sekitar 80% dari mereka yang keluar dari dinas militer melaporkan gejala gangguan jiwa, mulai dari stres pascatrauma hingga depresi berat.

Penelitian tersebut melibatkan ribuan mantan tentara yang pernah bertugas dalam operasi-operasi intensif di wilayah konflik. Hasilnya menyoroti betapa signifikan beban psikologis yang dibawa oleh personel militer, terutama setelah terpapar situasi pertempuran yang berkelanjutan.

Berikut ringkasan temuan utama:

Status Persentase
Mantan tentara dengan gangguan jiwa 80%
Mantan tentara tanpa gangguan jiwa 20%

Para ahli kesehatan mental menilai bahwa faktor-faktor penyebab utama meliputi:

  • Paparan terus-menerus terhadap tembakan dan ledakan.
  • Kekurangan dukungan psikologis selama dan setelah penugasan.
  • Stigma sosial yang menghambat pencarian bantuan.

Penelitian ini juga menyoroti pentingnya intervensi dini. Pemerintah Israel dan lembaga militer diharapkan memperkuat program rehabilitasi, menyediakan konseling rutin, serta mengurangi stigma seputar kesehatan mental di kalangan pasukan.

Selain dampak pribadi, masalah ini memiliki implikasi strategis bagi kesiapan militer. Tingginya tingkat gangguan mental dapat memengaruhi efektivitas operasional dan menurunkan moral pasukan secara keseluruhan.

Para pemangku kepentingan, termasuk Kementerian Pertahanan dan organisasi non‑pemerintah, kini didorong untuk menyusun kebijakan yang lebih komprehensif guna melindungi kesejahteraan psikologis tentara, baik selama masa tugas maupun setelah pensiun.